EkspresionismeEkspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin ! Fuvisme merupakan nama yang dijuluki kepada sekelompok pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Ciri khas seni lukisannya ialah warna-warna yang liar. disebut juga Retinal Art yaitu corak
Daftar isiPengertian Aliran EkspresionismeCiri-ciri EkspresionismeTokoh EkspresionismeContoh dan Analisisnya Lukisan EkspresionismePengertian Aliran EkspresionismeEkspresionisme adalah suatu aliran seni yang beranggapan bahwa seni merupakan sesuatu yang dapat keluar dari diri Seniman itu sendiri, tidak berasal dari peniruan terhadap alam dunia. Dimana Seniman tersebut memiliki cara pandang sendiri dan ingatan akan alam yang pernah Seniman tersebut akan mengekspresikannya dalam bentuk karya seni. Seniman dari aliran ekspresionis tidak akan menggunakan teknik penciptaan formal untuk dapat membuat karya seni yang tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik seni dan juga dapat mengeluarkan ekspresi yang lebih dapat dikatakan bahwa aliran ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang lebih menonjolkan sisi ungkapan dari dalam jiwa, dibandingkan sisi lainnya. Tetapi, biasanya orang aliran ekspresionis mempunyai kemampuan teknis yang mempuni dan juga sensitibilitas yang tinggi terhadap issue-issue seni itu sendiri. Baik secara langsung maupun tidak EkspresionismeAliran ekspresionisme mempunyai ciri-ciri, sebagai berikutBukan mengutamakan kemiripan dalam objek yang dia sapuan kuas lukisan yang tidak malu-malu, berani, dan ekspresifTeknik melukis yang keliatan naif, tetapi mempunyai komposisi lukisan yang mengutamakan ekspresi dari diri Seniman sendiri dibandingkan dengan menirukan warna untuk simbol akan suatu hal, dibandingkan untuk pewarna objek menggunakan ideologi modern secara berlebihan dan memberikan imbas yang semakin tidak mengkhawatirkan keorisinalitasan seni terhadap imitasi contoh lukisan ekspresionisme kelihatan seperti abstrak dengan tetap menonjolkan objek dan ekspresi EkspresionismeTokoh-tokoh seni yang menganut aliran seni ekspresionisme, yaituDari negara Indonesia yaitu Affandi, Zaini, Popo Iskandar, dan Chairil negara Norwegia yaitu Edvard negara Swiss yaitu Carl Eugen negara Austria yaitu Egon Schiele dan Oskar negara Russia yaitu Wassily Kandinsky dan Alexei negara Perancis yaitu Gen Paul dan Chaim negara Jerman yaitu Heinrich Campendonk, Emil Nolde, Rolf Nesch, Franz Marc, Ernst Barlach, Wilhelm Lehmbruck, Erich Heckel, Karl Schmidt-Rottluff, Ernst Ludwig Kirchner, Max Beckmann, August Macke, Elfriede Lohse-WĂ€chtler, Ludwig Meidner, Paula Modersohn-Becker, Gabriele MĂŒnter, dan Max negara Belanda yaitu Charles Eyck, Willem Hofhuizen, Jaap Min, Jan Sluyters, Jan Wiegers danHendrik WerkmanDari negara Belgia yaitu Constant Permeke, Gust De Smet, Frits Van den Berghe, James Ensor, Floris Jespers, dan Albert dan Analisisnya Lukisan EkspresionismeLukisan Ekspresionis The Scream & AnalisisnyaLukisan The ScreamThe Scream merupakan lukisan dari Edvard Munch. Dimana lukisan ini merupakan gambaran dari dirinya sendiri ketika sedang berjalan di trotoar bersama dengan kedua temannya di kota Oslo, Norwegia. Dimana Edvard Munch saat itu baru saja pulang dari rumah sakit jiwa, untuk menemui kakaknya yang bernama Laura Catherine yang sedang dirawat ini berdasarkan dari penyataan dia mengenai lukisan The Scream. Dia berkata bahwa “Aku berjalan bersama kedua temanku, ketika matahari mulai terbenam dan seketika langit berubah menjadi merah semerah darah. Aku pun berhenti berdiam sejenak untuk bersandar dipagar dan menggigil akupun mendengar suatu suara jeritan yang sangat keras, yaitu suara jeritan alam yang tak terbatas.” Dimana terjadinya kekaburan di dalam lukisan The Scream yang dibuat Edvard Munch, merupakan suatu hal yang menjadi kelebihan dalam lukisan ini yang selalu diutarakan oleh para kritikus kritikus seni juga selalu mengingat karya lukisan Starry Night dari Van Gogh, jika melihat langit dan awan pada lukisan. Kita juga bisa menemukan elemen estetika seperti Fauvisme, Ekspresionisme, dan Surealisme yang muncul secara bersamaan di lukisan Ekspresionis Marzella & AnalisisnyaLukisan MarzellaLukisan berikutnya adalah lukisan Marzella. Dimana lukisan tersebut melukis seorang gadis yang memiliki nama Marzella, yang merupakan anak dari seorang janda yang bekerja di sirkus yang dikunjungi oleh pelukis Ernst Ludwig Kirchner. Lukisan ini merupakan lukisan yang provokatif, karena didalam lukisan ini ada gambaran dari seorang gadis muda yang belum melewati masa penggunaan warna kontras yang tidak wajar dalam gambaran wajahnya dan juga pose bahasa tubuh yang menirunkan pose yang dewasa merupakan simbol dari kedewasaan yang palsu. Hal ini terjadi karena pelukis Ernst Ludwig Kirchner mungkin merasa prihatin terhadap keadaan anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena imbas dari kehidupan ini merupakan contoh dari suatu teknik sketsa cepat yang dipakai oleh para anggota Die Brucke. Teknik dikatakan dapat menangkap ekspresi dan jiwa sebenarnya dari subjek yang dilukis. Dengan menggunakan cara sapuan kuas secara spontan, dimana seluruh ekspresi alami dari model akan bisa tergambar dengan lebih ini juga ternyata terpengaruh akan gaya Edvard Munch pada karya Ernst Ludwig Kirchner, karena komposisi pada lukisan ini berdasarkan dari apresiasinya terhadap karya lukisan Puberty 1892 yang diciptakan oleh Edvard Ekspresionis Potret Diri Affandi & AnalisisnyaLukisan Potret Diri AffandiLukisan terakhir adalah potret diri Affandi. Ini merupakan tema yang sering digunakan oleh Affandi. Lukisan ini melukis muka dari seorang laki-laki tua yang tidak lain adalah dirinya sendiri yaitu Affandi. Komposisi dari lukisan ini adalah garis-garis melengkung, bergelombang, tebal, berantakan, dan bertekstur kasar. Serta warna yang dipakai pun terbilang sangat kontras dan ini juga gambaran sang pelukis yang sedang dalam suasana hati yang sangat spritual dan emosional berkontemplasi, bukan marah. Subjek lukisan ini adalah cerminan dari diri sendiri yang sudah tua dan mempunyai rambut yang putih dan kepala yang hampir saja yang terlihat lagi menghisap pipa tembakau adalah sebuah insting self destruction yang makin menjadi saat usianya yang sudah tidak lagi muda. Tetapi dari tumpahan cat pada lukisan, menunjukkan bahwa gairah estetisnya masih membara pada masa tuanya AliranSeni Lukis. Kubisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang cukup banyak tersebar dan cukup banyak pelukis dalam aliran ini. Dalam artiannya sendiri adalah aliran seni lukis yang memiliki bentuk dan pola seperti bangun ruang yang geometris seperti bangun segitiga, lingkaran, tabung, kerucut, persegi, dan terutama kubus. Hai sahabat Ahzaa, selamat datang kembali di AhzaaNet. Kali ini kita akan belajar melalui latihan soal untuk materi seni budaya kelas 9 SMP/ MTs semester 1 bab 1 tentang seni lukis. Materi seni lukis ini lumayan banyak ya teman- teman, ada beberapa kompetensi yang harus dipelajari antara lain, Mendefinisikan berbagai pengertian seni beberapa jenis lukisan berdasarkan tema-tema berbagai aliran karya seni berbagai macam alat dan bahan berkarya seni sketsa lukisan dengan berbagai seni lukis dengan berbagai media yang ada di lingkungan sekitar. Melalui latihan soal ini, disusunlah latihan soal berdasarkan kompetensi tersebut diatas yang merujuk pada buku paket seni budaya kelas 9 SMP/ MTs kurikulum 2013 edisi revisi 2018. Untuk latihan soal sendiri berjumlah 40 soal pilihan ganda lengkap dengan kunci jawabannya. Kunci jawaban saya buat dalam spoiler untuk memudahkan sahabat Ahzaa semua dalam belajar melalui sistem tanya jawab. Image by aalmeidah from Pixabay Nah, langsung saja yaa, berikut latihan soalnya, Semoga Bermanfaat yaa... ===================================================================================== Latihan Soal Seni Budaya Kelas 9 SMP/ MTs Semester 1 Bab 1, Seni Lukis ===================================================================================== 1. Berikut ini yang bukan merupakan pengertian seni lukis secara tepat adalah .... A. seni lukis merupakan pengembangan dari menggambar yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri B. melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu C. melukis adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kepuasan dalam memahami karya seni D. lukisan adalah suatu pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensional dengan menggunakan warna dan garis 2. Dalam seni lukis biasanya karyanya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri dimana ciri tersebut didasarkan pada .... A. corak dan tema B. teknik dan bahan C. bentuk karya seni D. semua jawaban benar 3. Lukisan merupakan karya seni yang termasuk dalam bentuk .... A. dua dimensi B. tiga dimensi C. ruang D. jawaban B dan C benar 4. Lukisan yang terdapat pada gua prasejarah seperti cap tangan goa leang leang merupakan contoh dari masyarakat zaman dahulu untuk mengekspresikan .... A. pendekatan kepada Tuhan B. keindahan alam C. hubungan sesama manusia D. hubungan manusia dengan alam 5. Pada zaman dahulu lukisan akan menyimbolkan pendekatan diri pelukisnya terhadap sang Pencipta sebagai pelindung, penjaga dan pengampun dosa. Hal ini meletakkan karya seni sebagai .... A. tujuan komersil B. tujuan ekspresi C. tujuan kritik sosial D. tujuan religius 6. Objek lukisan dimana menonjolkan simbol- simbol atau perumpamaan yang bisa dikaitkan dengan peristiwa, biasanya berupa sebuah kritikan terhadap pemerintah, lembaga sosial ataupun pemegang kekuasaan. Hal ini adalah fungsi dari karya seni sebagai .... A. tujuan religius B. tujuan kritik sosial C. tujuan komersil D. tujuan ekspresi 7. Lukisan yang menggambarkan tentang emosi, gejolak hawa nafsu, serta bisikan seperti topeng- topeng yang mengelilingi kehidupan manusia yang dinyatakan dalam coretan garis dan warna biasaya bertujuan dalam hal .... A. ekspresi B. religius C. kritik sosial D. komersil 8. Di Pasar Seni Sukowati Bali kita sering melihat lukisan- lukisan yang dijual berjejer dengan mengutamakan sisi warna yang mencolok dan tema yang diusung lebih ke selera pasar. Dalam hal ini lukisan- lukisan tersebut dibuat untuk tujuan .... A. ekspresi B. religius C. komersil D. kritik sosial 9. Pernyataan yang benar tentang aliran dan gaya lukisan representatif adalah .... A. menonjolkan keadaan nyata kehidupan masyarakat B. menekankan pada gaya alam C. menekankan unsur- unsur formal seperti susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam D. jawaban A dan B benar 10. Aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu dengan alam nyata sehingga perbandingan perspektif, tekstur atau warna serta gelap terang dibuat dengan seteliti mungkin dan lebih indah dari kenyataannya merupakan aliran .... A. realisme B. naturalisme C. romantik D. ekspresionisme 11. Aliran yang memandang dunia ini apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup merupakan ciri- ciri dari aliran .... A. realisme B. ekspresionisme C. romantik D. naturalisme 12. Perhatikan ciri- ciri aliran berikut ini, 1 lebih bersifat imajiner 2 melukiskan cerita - cerita romantis, peristiwa yang dahsyat atau kejadian yang dramatis Ciri- ciri diatas termasuk dalam aliran .... A. romantik B. realisme C. naturalisme D. ekspresionisme 13. Aliran ekspresionisme memiliki ciri khas dalam penggambarannya yaitu .... A. melukiskan peristiwa yang besar atau kejadian yang dramatis B. menggambarkan realita kehidupan C. melukiskan keadaan alam tanpa ditambahi sesuatu apapun D. menggambarkan keadaan jiwa perupa yang spontan 14. Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek itu dilukis adalah termasuk dalam aliran .... A. realisme B. impressionisme C. naturalisme D. surealisme 15. Dalam mengembangkan karyanya, pelukis mengembangkan daya khayalnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan melalui bentuk- bentuk karyanya. Pelukis yang menggambarkan karyanya seperti diatas beraliran .... A. ekspresionisme B. impressionisme C. surealisme D. naturalisme 16. Lukisan Ngarai Sianok karya Basuki Abdullah merupakan karya seni yang menggambarkan keindahan alam dari Ngarai Sianok. Lukisan ini condong dalam aliran .... A. realisme B. naturalisme C. romantik D. ekspresionisme 17. Berikut ini pelukis- pelukis yang beraliran realisme di Indonesia adalah .... A. Dullah, Trubus Wardoyo, S Sudjojono B. Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Wakidi C. Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah D. Tarmizi, Raden Saleh, Mas Pringadi 18. Lukisan berjudul "Penangkapan Pangeran Diponegoro" merupakan lukisan beraliran romantik karya pelukis terkenal yaitu .... A. Affandi B. Basuki Abdullah C. Raden Saleh D. S. Sudjojono 19. Lukisan Barong dan Leak menggambarkan filosofi kebudayaan dari masyarakat Bali dimana adanya perseteruan antara kebaikan dan kejahatan. Lukisan ini beraliran ekspresionisme yang merupakan karya maestro lukis Indonesia yaitu .... A. Affandi B. Basuki Abdullah C. Raden Saleh D. S. Sudjojono 20. Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne dan Paul Gauguin adalah pelukis- pelukis yang dalam karyanya beraliran .... A. ekspresionisme B. impressionisme C. surealisme D. naturalisme 21. Pelukis terkenal yang beraliran surealisme adalah .... A. Salvador Dali B. Basuki Abdullah C. S. Sudjojono D. Affandi 22. Pernyataan yang benar tentang aliran dan gaya lukisan non-representatif adalah .... A. menonjolkan keadaan nyata kehidupan masyarakat B. menekankan pada gaya alam C. menekankan unsur- unsur formal seperti susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam D. bernuansa keadaan yang dialami sehari hari 23. Berikut ini yang dapat dijadikan tema dalam pembuatan karya seni rupa murni adalah .... A. manusia dengan dirinya sendiri B. manusia dengan manusia lain C. manusia dengan alam sekitarnya D. semua jawaban benar 24. Perbedaan antara pastel dengan krayon adalah terletak pada .... A. hasil karya B. sifat dan bahan C. kemudahan dalam penggunaan D. harga 25. Krayon jenis oil pastel sebagai bahan pewarna terbuat dari .... A. pasta minyak yang dicampur pewarna B. lilin dan minyak C. minyak D. lemak 26. Ciri- ciri krayon jenis oil pastel dalam pewarnaan adalah .... A. mudah bercampur dalam proses mixing B. sifat yang lembut tetapi meninggalkan remahan C. cepat habis D. semua jawaban benar 27. Berikut yang bukan merupakan ciri- ciri dari Crayon jenis wax adalah .... A. sifat yang keras B. tidak meninggalkan kotoran C. kurang baik dalam proses mixing dan gradasi D. mudah habis 28. Hal yang benar tentang cat air berbasis air adalah .... A. terdapat dua jenis yaitu water colour dan poster colour B. bahan utama cat air berupa pigmen halus dan serbuk warna yang dicampur dengan gum arabic C. untuk menambah kekentalan dan daya rekat pigmen warna, bahan utama dicampur gliserin dan madu D. semua jawaban benar 29. Pada cat yang berbasis minyak cat minyak media untuk melukis adalah menggunakan .... A. kertas B. kayu C. kanvas D. besi 30. Perbedaan antara cat minyak dan cat akrilik selain dari bahan penyusunnya adalah .... A. waktu pengeringannya B. proses pengerjaan lukisan C. borosnya pemakaian D. hasil yang dicapai 31. Pemilihan jenis kuas yang pipih dan berujung lurus datar dipakai untuk bahan .... A. cat air B. cat minyak C. cat akrilik D. cat minyak dan cat air 32. Pemilihan jenis kuas dengan bulu berbentuk bulat dan berujung runcing dipakai untuk bahan .... A. cat air B. cat minyak C. cat akrilik D. cat minyak dan cat air 33. Fungsi pisau palet saat melukis adalah .... A. memotong bahan pewarna B. mencampur cat seperti kuas C. membuat efek- efek goresan pada media lukis D. jawaban B dan C benar 34. Media yang digunakan untuk mencampur cat adalah .... A. kanvas B. palet C. pisau palet D. nampan lukis 35. Teknik melukis dengan sapuan warna tipis sehingga membentuk transparansi dalam hasilnya merupakan teknik lukisan .... A. mozaik B. aquarel C. kaca D. batik 36. Teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna- warni pada media lukisan sehingga membentuk objek tertentu merupakan teknik .... A. mozaik B. lukisan aquarel C. lukisan kaca D. lukisan batik 37. Perhatikan ciri- ciri lukisan berikut ini, 1 menggunakan kaca, timah, kuningan dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan 2 dikembangkan pertama kali pada zaman Gothic di Eropa 3 mencapai puncak kejayaan pada zaman Renaissance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan besar seperti istana dan tempat peribadatan 4 di Indonesia berkembang sebagai warisan seniman Belanda Ciri- ciri teknik lukisan diatas merupakan jenis pada teknik lukisan .... A. mozaik B. aquarel C. kaca D. batik 38. Bahan atau media yang digunakan pada teknik aquarel adalah .... A. kain B. kaca C. kertas D. timah 39. Proses awal yang biasa dilakukan dalam melukis adalah ... A. memunculkan gagasan B. membuat sketsa C. menentukan media karya D. menentukan teknik 40. Tahapan penyempurnaan atau penyelesaian lukisan dari sketsa yang sudah dibuat adalah dengan .... A. pewarnaan sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok B. penyempurnaan lukisan dengan kontur, penyinaran penegasan dan penentuan gelap terang C. pelapisan lukisan dengan varnish agar tidak mudah rusak D. jawaban A dan B benar
Deformatifdi sini adalah perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk dasar aslinya. Yang termasuk aliran deformatif : Ekspresionisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya.
Awasome Aliran Ekspresionisme Memiliki Ciri Khas Dalam Penggambarannya Yaitu Ideas. Aliran seni lukis yang memanfaatkan ilusi mata, dimana ilusi tersebut bisa berubah menjadi imajinasi. Bentuk seni yang tidak dapat dikenali World Ringkasan SBK Seni Budaya Keterampilan Kelas 9 from ditemukan dalam sebuah karya, ditarik ke dalam sebuah seni bentuk bergerak. Tokoh aliran ekspresionisme di antaranya yaitu vincent van gogh dan affandi impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat. Aliran ekspresionisme merupakan suatu jenis aliran yang memberikan kebebasan berekspresi bagi pelukis dalam melakukan perubahan bentuk Seni Ini Memiliki Sifat Abstrak, Formal Dan Eksak;Ekspresionisme adalah suatu aliran seni yang beranggapan bahwa seni merupakan sesuatu yang dapat keluar dari diri seniman itu sendiri, tidak berasal dari peniruan terhadap alam. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah raden saleh. Artinya, bukan kemiripan gambar pada suatu lukisan yang diutamakan,.Karakteristik Aliran Seni Futurisme, YaituImpresionisme merupakan salah satu aliran dalam seni lukis yang cenderung berusaha menonjolkan kekuatan pencahayaan dengan cara memainkan. Aliran ini bertalian dengan apa. Memiliki sisi lain dari Dalam Menggali Obyek Yang Timbul Dari Dunia Batin, Imajinasi Dan aliran abstraksionisme ciri khas seni abstraksionisme 1. Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Dalam setiap hasil karyanya terdapat penekanan terhadap ekspresi mengenai kekerasan, ketakutan, kemiskinan,.Memiliki Komposisi Warna Yang Pekat adalah gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat sedang melihat objek. Aliran ekspresionisme memiliki ciri khas dalam penggambarannya yaitu. Aliran ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam Menekankan Pada Ekspresi Seniman Daripada Peniruan ekspresionisme memiliki ciri khas dalam penggambarannya yaitu 1 lihat jawaban iklan jawaban /5 16 rizkyaryansyah jawaban Tokoh aliran ekspresionisme di antaranya yaitu vincent van gogh dan affandi impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat. Sehingga akan membawa bayangan dalam. Mari Simak Aliran Ekspresionisme Memiliki Ciri Khas Dalam Penggambarannya Yaitu Terkini Reviewed by Resep Resep Masakan on June 05, 2023 Rating 5 1. Ekspresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Dengan kata lain aliran seni lukis ini memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi atau menyatakan sensasi dari dalam (baik objek maupun seniman).
Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya. Seniman ekspresionis menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni. Singkatnya dapat dikatakan bahwa Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Meskipun begitu, biasanya seorang ekspresionis tetap memiliki kemampuan teknis yang hebat dan sensitibilitas tinggi terhadap issue-issue seni. Baik secara langsung seperti mempelajarinya sendiri, maupun secara tidak langsung yang erarti terpengaruh dari lingkungannya yang kaya akan khazanah seni. Hanya saja aliran ini memang menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk menggunakan formulanya sendiri, gejala yang biasa terjadi dalam proses perkembangan seni. Kemunculan Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme muncul di berbagai kota di seluruh Jerman sebagai tanggapan terhadap kecemasan yang tersebar luas tentang hubungan manusia yang semakin “tidak harmonis” dengan alam dunia. Aliran ini mencemaskan perasaan kehilangan unsur keaslian dan spiritualitas dari seni yang hanya mengkopi. Ekspresionisme muncul sebagai bagian dari reaksi terhadap Impresionisme dan seni akademis klasik yang sudah mencapai puncak artistik yang mapan yang dianggap terlalu kaku karena hanya meniru alam. Ekspresionisme sangat diilhami oleh aliran Simbolisme pada seni abad ke-19. Vincent van Gogh, Edvard Munch, dan James Ensor adalah seniman-seniman yang sangat berpengaruh pada munculnya aliran Ekspresionisme. Gerakan aliran Ekspresionisme berlangsung dari sekitar 1905 hingga 1920 dan menyebar ke seluruh Eropa bahkan dunia. Pengaruhnya akan terasa sepanjang sisa abad ini dalam seni Jerman. Teknologi baru dan upaya urbanisasi besar-besaran mengubah pandangan masyarakat dunia. Sehingga para ekspresionis ingin mencerminkan dampak psikologis dari perkembangan tersebut. Cara yang mereka lakukan adalah dengan menjauh dari meniru apa yang mereka lihat, ke arah ekspresi emosional dan psikologis tentang bagaimana dunia mempengaruhi mereka dalam karyanya. Akar Ekspresionisme dapat ditelusuri ke seniman Post-Impresionisme seperti Vincent Van Gogh. Istilah “Ekspresionisme” diperkirakan diciptakan pada tahun 1910 oleh sejarawan seni Ceko, Antonin Matejcek, yang bermaksud untuk menunjukkan karya yang tampak kebalikan dari aliran Impresionisme. Para Impresionis berusaha untuk mengekspresikan keindahan alam dan wujud manusia melalui lukisannya, para Ekspresionis justru hanya berusaha untuk mengekspresikan dunia yang diingat dan dirasakan oleh mereka. Istilah aliran Ekspresionisme juga pada awalnya sering digunakan untuk mengkategorikan para seniman Post -Impresionisme. Itu sebabnya mengapa Vincent Van Gogh juga sering disebut sebagai pengusung aliran Ekspresionisme. Karena ia memang dikategorikan sebagai ekspresionis sebelum pengkategorian aliran Post-Impresionisme dibuat. Vincent juga dapat dikatakan sebagai seorang ekspresionis, Karena ia merupakan salah satu Tokoh penting dari kemunculan aliran ini. Ciri-ciri Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme memiliki ciri yang cukup kentara jika dibandingkan dengan aliran lain. Beberapa ciri dari aliran ekspresionisme adalah sebagai berikut ini. Tidak mengutamakan kemiripan atau kenaturalan objek yang dilukis Sapuan kuas yang berani, tidak malu-malu dan ekspresif Teknik menggambar yang tampak naif, namun tetap memiliki komposisi yang apik Mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek Menolak ideologi modern yang berlebihan dan memberikan imbas semakin tidak memanusia Mencemaskan keorisinalitasan seni terhadap imitasi alam Tokoh Penting & Contoh Lukisan Aliran Ekspresionisme Beberapa seniman yang menjadi tokoh penting dalam aliran ekspresionisme meliputi Edvard Munch dengan lukisan “The Scream”, Ernst Ludwig Kirchner, dan Affandi yang berasal dari Indonesia. Berikut adalah pemaparan gaya ekspresionisme masing-masing tokoh dilengkapi dengan contoh lukisan dan analisis singkatnya. Edvard Munch Edvard Munch adalah seorang seniman yang dikenal selalu mengangkat issue-issue kematian yang berhubungan dengan penyakit kronis, pembebasan stigma seksual, dan aspirasi religius. Dia mengungkapkan wacana tersebut melalui karya-karyanya yang semi abstrak, subjek misterius dan warna simbolis yang intens. Munch dibesarkan oleh Ayahnya yang merupakan seorang fundamentalis Agama “radikal” dan menganggap bahwa kematian dini Ibunya adalah bentuk hukuman dari Tuhan. Munch yang dicekoki oleh anggapan ayahnya yang seperti itu justru malah menjadi pemberontak pada ide-ide fundamental agama seperti itu. Sehingga tema itu juga yang menjadi obsesinya dalam berkarya. Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme The Scream oleh Edvard Munch 1893-1910The Scream adalah potret dirinya sendiri yang sedang berjalan bersama kedua temannya di trotoar yang menghadap ke kota Oslo. Munch baru saja pulang atau sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa, dimana kakak perempuannya Laura Catherine sedang dirawat. Hal tersebut diketahui melalui pernyataannya mengenai lukisan ini, ia berkata “Aku sedang berjalan dengan dua temanku, ketika matahari terbenam; tiba-tiba, langit berubah menjadi merah, semerah darah. Aku berhenti sejenak dan bersandar di pagar 
 menggigil ketakutan. Lalu aku mendengar jeritan yang sangat keras, jeritan alam yang tak terbatas.” Kekaburan aliran yang dihasilkan oleh Munch pada lukisan ini merupakan salah satu kelebihan yang selalu diutarakan oleh para kritikus seni. Langit dan awan pada lukisan ini mengingatkan kita pada karya Starry Night dari Van Gogh. Namun kita juga dapat menemukan elemen estetika dari aliran Fauvisme, Ekspresionisme, dan Surealisme yang muncul berbarengan pada lukisan ini. Ernst Ludwig Kirchner Ernst Ludwig Kirchner adalah sosok Pemimpin kelompok seni Die BrĂŒcke yang berkembang di Dresden dan Berlin sebelum Perang Dunia I. Ia dianggap sebagai salah satu seniman Ekspresionisme yang paling berbakat di Jerman. Ia membentuk kelompok tersebut karena termotivasi oleh pandangan manusia di dunia modern dan perasaan kehilangan wacana spiritualitas dan orisinalitas. Ia menolak gaya akademik dan ide dari dunia modern yang dianggap semakin tidak memanusia. Saat Perang Dunia kesatu sedang berlangsung Kirchner mengasingkan diri di Davos, Swiss. Disana ia menghasilkan banyak karya lukis namun karyanya tidak berhasil menarik perhatian dunia seni mainstream Jerman. Ketika Nazi menguasai Jerman di awal tahun 1930-an dia juga menjadi korban kampanye Nazi yang ingin memusnahkan “Kemerosotan Seni”. Depresi dan tertekan, ia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme Marzella oleh Kirchner 1909Model pada lukisan ini adalah seorang gadis bernama Marzella, putri dari seorang janda yang bekerja di sirkus yang Kirchner kunjungi. Marzella adalah penggambaran yang provokatif terhadap seorang gadis muda yang bahkan belum melewati masa pubernya. Warna-warna kontras yang tidak wajar pada wajahnya, dan bahasa tubuh posenya yang menirukan pose dewasa menyimbolkan kedewasaan yang dipalsukan. Ernst mungkin prihatin dengan keadaan anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena imbas dari kehidupan modern. Lukisan itu adalah contoh teknik sketsa cepat yang digunakan oleh anggota Die Brucke. Teknik tersebut dinyatakan oleh mereka dapat menangkap ekspresi dan jiwa sebenarnya dari subjek. Melalui sapuan kuas yang spontan, seluruh ekspresi alami dari model akan tergambar lebih murni. Lukisan ini juga menunjukkan pengaruh Edvard Munch pada karya Kirchner, karena komposisi lukisan ini tampaknya didasarkan dari apresiasinya terhadap karya Puberty 1892 oleh Munch. Affandi Affandi adalah seorang pelukis ekspresionis yang terkenal dengan teknik khas menumpahkaan cat dari tube-nya langsung pada kanvas. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai “Pelukis Kerbau” yang secara eksplisit berarti terlalu bodoh untuk menjadi seniman. Namun dalam perjalanan karirnya ia tetap mampu memahami dan menggeluti bidang seni rupa. Ia lebih senang mempelajari sesuatu dengan cara langsung terjun menggelutinya. Ia adalah seniman yang pengaruhnya cukup besar pada perkembangan seni rupa Indonesia. Affandi juga sempat ikut andil dalam perjuangan negeri ini dalam meraih kemerdekaannya melalui dunia seni. Ikuti kisah selengkapnya di sini Affandi – Biografi, Aliran & Analisis Karya Lukis Lukisan Ekspresionis Potret Diri Affandi & Analisisnya Potret Diri, oleh AffandiPotret diri adalah salah satu tema yang paling sering dibawakan oleh Affandi. Lukisan ini meletakan fokusnya pada wajah sosok laki-laki tua yang merupakan dirinya sendiri. Komposisi lukisan terdiri dari garis-garis melengkung, bergelombang, tebal, berantakan dan bertekstur kasar. Warna yang digunakan sangatlah kontras dan hangat. Lukisan itu menggambarkan sang seniman, dalam suasana hati yang sangat spiritual dan emosional berkontemplasi, bukan marah. Subjeknya adalah cerminan diri yang sudah tua karena memiliki rambut putih dan kepala yang hampir botak. Potret tampak sedang menghisap pipa tembakau, yang bisa jadi menunjukan insting self destruction yang makin menjadi pada usianya yang sudah tidak lagi muda. Meskipun begitu melalui tumpahan catnya, ia masih menunjukkan gairah estetis yang membara pada masa tuanya. Referensi Expressionism.
Aliranyang dekat dengan ekspresionisme yang disebut dengan “fauvisme” (karena oleh seorang kritikus seniman bersangkutan dianggap sebagai “fauve” = binatang liar/buas).Aliran fauvisme mempunyai unsur yang dulu sudah muncul dalam sejarah kesenian, yaitu bahwa “bahan luar” itu diubah dalam penggambarannya sambil mengungkapkan sesuatu ï»żHalo sobat, kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Ekspresionisme adalah – ciri dan contohnya. juga menjelaskan bagaimana aliran ini pertama muncul pada saat awal Perang Dunia sendiri terkenal karena sulit untuk didefinisikan, karena dianggap “tumpang tindih dengan isme besar lainnya dari periode modernis contohnya Futurisme, Kubisme, Vortisisme atau bukan berarti Aliran ini memiliki berbagai ciri yang dapat membedakannya dengan aliran yang lain. Untuk itulah kawan, kita akan membahas tentang Aliran Ekspresionisme adalah ini bersama – adalah aliran seni yang mendistorsi kenyataan objek seni dengan efek emosional untuk menghadirkan dunia semata-mata dari perspektif subjektif dari si pembuat karya seniman. dapat dikatakan bahwa Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa si ekspresionis cenderung menghiraukan berbagai teknik untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni. Biasanya Emosi yang di rekam oleh aliran Ini cenderung depresif, emosional dan tidak mencoba menggambarkan sebuah objektif secara realistis, melainkan emosi subjektif dan tanggapan yang ditimbulkan oleh objek dan peristiwa dalam diri suatu aliran seni, Ekspresionisme memperoleh pengaruh dari aliran sebelumnya,yaitu Post aliran Post Impresionisme diperoleh goresan garis, warnadan bentuk-bentuk yang ekspresif, dinamis serta abstrak untuk mengungkapkan emosiBaca juga Aliran Realisme Aliran Ekspresionisme memiliki beberapa ciri – ciri, sebagai berikut Tidak mengincar unsur realistisMemiliki karya yang berani dan ekspresifTeknik menggambar yang tampak naif, namun tetap memiliki komposisi yang apikMementingkan ekspresi subjektif dari seniman dibandingkan dengan peniruan nyata terhadap sebuah warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objekMenolak ideologi modern yang berlebihan dan memberikan kesan sebuah karya yang semakin tidak menggunakan palet warna buatan, sapuan kuas yang yang berlebihan dalam karya keorisinalitasan karya dibandingkan mencoba melakukan sebuah imitasi yang Singkat EkspresionismeEkspresionisme adalah gerakan modernis yang muncul di awal abad ke-20 di Jerman dan Austria. Sementara kata ekspresionis sendiri telah digunakan sejak tahun 1850 dan pada lukisan yang dipamerkan pada tahun 1901 di Paris oleh seniman Julien-Auguste HervĂ©, yang diberi judul aliran Ekspresionisme modern diilhami oleh aliran Simbolisme pada seni abad ke-19 dan pertama hadir setelah era aliran impresionisme atau bisa juga disebut Post – modern diyakini memulai debutnya pada tahun 1905. Saat itu, seniman di Jerman sedang mengalami dua fenomena penting namun berbeda mulai menurunnya Impresionisme dan keadaan dunia yang tampaknya kacau pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia munculnya kelompok seniman yang disebut Die BrĂŒcke , atau “Jembatan” yang dibentuk oleh empat seniman terkenal di Jerman saat itu yaitu Ernst Ludwig Kirchner, Fritz Bleyl , Erich Heckel , dan Karl BrĂŒcke saat itu mencoba mendapatkan respons yang menggugah dari pemirsa melalui penggunaan subjek primitif, warna yang membingungkan, dan konfigurasi yang khusus, mereka meniru karya seniman masa lalu jaman Renaisans seperti Albrecht DĂŒrer dan Matthias GrĂŒnewald, yang cetakan potongan kayunya menginspirasi mereka untuk menghidupkan kembali praktik seni grafis dan menggunakan kerajinan itu sebagai sarana untuk membuat karya Albrecht DĂŒrer Sumber estetika dan pendekatan karya yang sangat terinspirasi oleh lukisan Vincent van Gogh dan Edvard aliran Ekspresionisme berlangsung dari sekitar 1905 hingga 1920 dan menyebar ke seluruh Eropa bahkan di nama Tokoh-Tokoh seniman di Indonesia menganut aliran Koesoema 1907-1990Affandi lahir di Cirebon, Hindia Belanda pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema yang berprofesi sebagai mantri ukur di pabrik gula Ciledug. Affandi hanya menyelesaikan pendidikannya hingga AMS Algemene Middelbare School setara dengan adalah seorang pelukis ekspresionis yang terkenal melalui teknik khas menumpahkan cat dari tube-nya langsung pada kanvas, kemudian menyapukan sebagian cat dengan jari-jarinya. Affandi menyebut Dirinya sendiri sebagai “Pelukis Kerbau” yang tak mau baca dalam perjalanan karirnya ia tetap mampu memahami dan menggeluti bidang seni rupa. Afandi lebih senang mempelajari sesuatu dengan cara langsung terjun ke Affandi yang terkenal Sumber Iskandar, Jawa Barat 1927-2000Lahir di Garut pada 18 Desember 1926 dan meninggal pada 29 Januari 2000. Di tahun 1947Popo Iskandar belajar dari seniman Hendra Gunawan dan Barli Saminta winata. Ia memelajari seni lukis dan merupakan lulusan dari Jurusan Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung tahun 1958. Ia sempat mengajar diinstitusi tersebut dari tahun 1957 hingga 1961,lalu pindah dan mengajar Pendidikan Seni di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung dari tahun 1961 hingga 1993. Popo telah menuliskan sejumlah essai dan kritik seni dan telah dicetak di sejumlah media di Indonesia antara tahun 1958 dan merupakan pelukis yang memiliki gaya melukis ekspresif, terlebih untuk ekspresi figuratifnya yang telah menjadi panutan untuk generasi pelukis Karya Popo Iskandar Sumber Seni EkspresionismeBerikut ini adalah beberapa contoh dan jenis aliran Ekspresionisme di berbagai aliran EkspresionisTari ekspresionis adalah aliran seni tari yang muncul pada tahun 1900 sebagai protes terhadap stagnasi seni balet klasik. Aliran lebih bebas, alami, dan tidak terlalu diatur oleh aturan seni tari klasik yang kaku dan penuh lebih umum, istilah ekspresionisme dapat digunakan untuk menggambarkan gaya sinematik dari kecerdasan yang hebat, aliran ini dipengaruhi oleh gerakan Ekspresionisme prosa, cerita dan novel awal Alfred Döblin dipengaruhi oleh Ekspresionisme dan selain penulis terkenal Franz Kafka terkadang dicap sebagai Ekspresionis melalui karyanya ” Metamorfosis”Dalam Drama, para ekspresionis sering mendramatisasi kebangkitan spiritual dan penderitaan protagonis mereka. Drama-drama ini juga sering mendramatisasi perjuangan melawan nilai-nilai borjuis dan otoritas yang mapan, yang sering dipersonifikasikan oleh Bapa TuanBaca juga Aliran Naturalisme follow and like us AplikasiUntuk Coding Php. Here are a number of highest rated Aplikasi Untuk Coding Php pictures on internet. We identified it from reliable source. - Seni lukis memiliki berbagai macam aliran. Aliran ini didasarkan pada tema, teknik, corak, dan gaya lukisan dari masing-masing karya. Dikutip dari buku Seni Budaya Kelas IX 20153 sebagaimana dijelaskan oleh Soedarso, melukis adalah kegiatan olah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan memiliki ciri khas, tema, dan teknik, yang biasa disebut sebagai gaya atau aliran, baik itu dari latar belakang sejarahnya maupun cara pelukis menghasilkan karyanya dari segi teknik atau tema tertentu. Beberapa contoh di antaranya sebuah karya yang menampilkan bentuk berdasarkan mimpi si pelukis, karya yang menampilkan keindahan secara alami, hingga karya yang menunjukkan tampilan abstrak bentuk mentah dari objek yang dilukis. Dapat disimpulkan, setiap aliran seni lukis mempunyai caranya masing-masing untuk menampilkan sebuah karya tertentu. Aliran Seni Lukis Menurut Puji Lestari dalam Antropologi 2 Untuk SMA dan MA Kelas XII 20096, berikut merupakan contoh-contoh aliran seni lukis Surrealisme Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Impressionisme Pada awal menjamurnya lukisan studio, pelukis mendefinisikan image sebagai pantulan cahaya dari setiap bagian benda. Setiap bagian terkecil akan memantulkan cahaya yang berbeda, dan cahaya ini akan ditangkap mata kemudian diinterpretasikan otak sebagai bentuk-bentuk tertentu. Naturalisme Naturalisme Merupakan aliran paling popular dalam seni lukis. Aliran ini menyajikan bentuk objek sesuai kenyataan sebenarnya dan banyak menyajikan tema-tema alami. Kubisme Kubisme adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso. Romantisme Aliran ini merupakan aliran tertua dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. Ekspresionisme Ekspresionisme adalah aliran di dalam seni lukis yang mengolah setiap unsur seni agar memperlihatkan emosi pelukis secara efektif. Realisme Realisme memiliki kecenderungan dalam seni lukis untuk berusaha meniru bentuk di alam nyata semirip mungkin. Pada awal perkembangan seni lukis, realisme adalah tujuan utama untuk mendapatkan lukisan yang indah. Abstraksi Aliran ini mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Abstraksi berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi juga Bagaimana Sejarah Perkembangan Seni Lukis? Lukisan Gua Maros dan Homo sapiens sebagai Pendongeng Ulung - Pendidikan Kontributor Abraham WilliamPenulis Abraham WilliamEditor Dhita Koesno
EkspresionismeAliran seni lukis ini memandang dan mengungkapkan kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan yang ditungkan dalam sebuah kanvas. Dengan gaya seperti itu, aliran ini memiliki ciri-ciri : Mengutamakan tema berdasarkan kebebasan Cenderung selalu memberikan efek yang bisa diambil dari kasat mata.
– Hai teman – teman online, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai artikel yang berjudul Aliran Ekspresionisme . Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Aliran Ekspresionisme ? Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini. Pengertian Aliran EkspresionismeSejarah Aliran EkspresionismeCiri-Ciri Aliran EkspresionismeTokoh-Tokoh Aliran EkspresionismeContoh Karya Aliran Ekspresionisme1. Lukisan Ekspresionis Potret Diri & Analisisnya Affandi2. Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Edvard Munch3. Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Ernst Ludwig KirchnerSebarkan iniPosting terkait Pengertian Aliran Ekspresionisme Aliran ekspresionisme merupakan suatu jenis aliran yang memberikan kebebasan berekspresi bagi pelukis dalam melakukan perubahan bentuk dan warna terhadap objek yang dilukis. Aliran ini melukiskan sesuatu berdasarkan ungkapan, emosi, atau perasaan dari seseorang. Sejarah Aliran Ekspresionisme Seni Lukis beraliran Ekspresionisme dirangkum berasal dari Negara Jerman yang banyak dikenalkan melalui karya-karya Seniman Lukis dari Tanah Bavaria tersebut. Para seniman lukis tersebut merasakan bahwa kehidupan manusia sudah tidak harmonis dengan alam dunia, akibat berbagai konflik dan revolusi yang terjadi di berbagai Negara di daratan Eropa pada abad ke-19. Karya-karya Lukisan Spontanitas dan Ekspresif yang ditampilkan oleh para Pelukis berpengaruh di Eropa seperti; Vincent van Gogh, Edward Munch, dan James Ensor pada akhir dekade 1880-an, mengilhami para seniman lukis lainnya untuk menciptakan kejutan baru pada seni lukis. Gerakan seni lukis beraliran Ekspresionisme akhirnya berkembang dan berlangsung pada kisaran tahun 1905-1920 dan menyebar ke seluruh daratan Eropa. Kehadiran lukisan aliran Ekspresionisme mewujudkan kebebasan berekpresi untuk para pelukis, yang sangat berkebalikan dengan aliran lukisan Impresionisme dan Romantisisme yang sangat baku saat itu. Baca Juga Aliran Pointilisme Ciri-Ciri Aliran Ekspresionisme Sering kali menunjukan jenis emosi keksalan dan sebuah espresi emosi emosi. Ungkapan isi hati seseorang. Pemilihan Warna diutamakan Imajinasi seseorang Tokoh-Tokoh Aliran Ekspresionisme Tokoh-Tokoh yang menganut aliran Ekspresionisme, yaitu sebagai berikut Indonesia Affandi, Zaini, Popo Iskandar, dan Chairil Anwar Norwegia Edvard Munch Swiss Carl Eugen Keel Austria Egon Schiele dan Oskar Kokoschka Russia Wassily Kandinsky dan Alexei Jawlensky Perancis Gen Paul dan Chaim Soutine Jerman Heinrich Campendonk, Emil Nolde, Rolf Nesch, Franz Marc, Ernst Barlach, Wilhelm Lehmbruck, Erich Heckel, Karl Schmidt-Rottluff, Ernst Ludwig Kirchner, Max Beckmann, August Macke, Elfriede Lohse-WĂ€chtler, Ludwig Meidner, Paula Modersohn-Becker, Gabriele MĂŒnter, dan Max Pechstein. Netherlands Charles Eyck, Willem Hofhuizen, Jaap Min, Jan Sluyters, Jan Wiegers danHendrik Werkman Belgia Constant Permeke, Gust De Smet, Frits Van den Berghe, James Ensor, Floris Jespers, dan Albert Droesbeke. Baca Juga Aliran Fauvisme Contoh Karya Aliran Ekspresionisme 1. Lukisan Ekspresionis Potret Diri & Analisisnya Affandi Potret diri yakni salah satu tema yang paling sering dibawakan oleh Affandi. Lukisan ini meletakan fokusnya pada wajah sosok laki-laki tua yang merupakan dirinya sendiri. Komposisi lukisan terdiri dari garis-garis melengkung, bergelombang, tebal, berantakan dan bertekstur kasar. Warna yang digunakan sangatlah kontras dan hangat. 2. Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Edvard Munch The Scream adalah potret dirinya sendiri yang sedang berjalan bersama kedua temannya di trotoar yang menghadap ke kota Oslo. Munch baru saja pulang atau sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa, dimana kakak perempuannya Laura Catherine sedang dirawat. 3. Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Ernst Ludwig Kirchner Model pada lukisan ini adalah seorang gadis bernama Marzella, putri dari seorang janda yang bekerja di sirkus yang Kirchner kunjungi. Marzella adalah penggambaran yang provokatif terhadap seorang gadis muda yang bahkan belum melewati masa pubernya. Warna-warna kontras yang tidak wajar pada wajahnya, dan bahasa tubuh posenya yang menirukan pose dewasa menyimbolkan kedewasaan yang dipalsukan. Ernst mungkin prihatin dengan keadaan anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena imbas dari kehidupan modern. Baca Juga Aliran Impresionisme Demikianlah pembahasan artikel mengenai Aliran Ekspresionisme Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih. EkspresionismeEkspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Fuvisme merupakan nama yang dijuluki kepada sekelompok pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Ciri khas seni lukisannya ialah warna-warna yang liar. disebut juga Retinal Art yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris

Pengertian Aliran Ekspresionisme Kemunculan Aliran Ekspresionisme Ciri-ciri Aliran Ekspresionisme Tokoh Penting & Contoh Lukisan Aliran Ekspresionisme Edvard Munch Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Ernst Ludwig Kirchner Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Affandi Lukisan Ekspresionis Potret Diri Affandi & Analisisnya Referensi Aliran Ekspresionisme Memiliki Ciri Khas Dalam Penggambarannya Yaitu Pengertian Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya. Seniman ekspresionis menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni. Singkatnya dapat dikatakan bahwa Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Meskipun begitu, biasanya seorang ekspresionis tetap memiliki kemampuan teknis yang hebat dan sensitibilitas tinggi terhadap issue-issue seni. Baik secara langsung seperti mempelajarinya sendiri, maupun secara tidak langsung yang erarti terpengaruh dari lingkungannya yang kaya akan khazanah seni. Hanya saja aliran ini memang menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk menggunakan formulanya sendiri, gejala yang biasa terjadi dalam proses perkembangan seni. Kemunculan Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme muncul di berbagai kota di seluruh Jerman sebagai tanggapan terhadap kecemasan yang tersebar luas tentang hubungan manusia yang semakin “tidak harmonis” dengan alam dunia. Aliran ini mencemaskan perasaan kehilangan unsur keaslian dan spiritualitas dari seni yang hanya mengkopi. Ekspresionisme muncul sebagai bagian dari reaksi terhadap Impresionisme dan seni akademis klasik yang sudah mencapai puncak artistik yang mapan yang dianggap terlalu kaku karena hanya meniru alam. Ekspresionisme sangat diilhami oleh aliran Simbolisme pada seni abad ke-19. Vincent van Gogh, Edvard Munch, dan James Ensor adalah seniman-seniman yang sangat berpengaruh pada munculnya aliran Ekspresionisme. Gerakan aliran Ekspresionisme berlangsung dari sekitar 1905 hingga 1920 dan menyebar ke seluruh Eropa bahkan dunia. Pengaruhnya akan terasa sepanjang sisa abad ini dalam seni Jerman. Teknologi baru dan upaya urbanisasi besar-besaran mengubah pandangan masyarakat dunia. Sehingga para ekspresionis ingin mencerminkan dampak psikologis dari perkembangan tersebut. Cara yang mereka lakukan adalah dengan menjauh dari meniru apa yang mereka lihat, ke arah ekspresi emosional dan psikologis tentang bagaimana dunia mempengaruhi mereka dalam karyanya. Akar Ekspresionisme dapat ditelusuri ke seniman Post-Impresionisme seperti Vincent Van Gogh. Istilah “Ekspresionisme” diperkirakan diciptakan pada tahun 1910 oleh sejarawan seni Ceko, Antonin Matejcek, yang bermaksud untuk menunjukkan karya yang tampak kebalikan dari aliran Impresionisme. Para Impresionis berusaha untuk mengekspresikan keindahan alam dan wujud manusia melalui lukisannya, para Ekspresionis justru hanya berusaha untuk mengekspresikan dunia yang diingat dan dirasakan oleh mereka. Istilah aliran Ekspresionisme juga pada awalnya sering digunakan untuk mengkategorikan para seniman Post -Impresionisme. Itu sebabnya mengapa Vincent Van Gogh juga sering disebut sebagai pengusung aliran Ekspresionisme. Karena ia memang dikategorikan sebagai ekspresionis sebelum pengkategorian aliran Post-Impresionisme dibuat. Vincent juga dapat dikatakan sebagai seorang ekspresionis, Karena ia merupakan salah satu Tokoh penting dari kemunculan aliran ini. Ekspresionisme memiliki ciri yang cukup kentara jika dibandingkan dengan aliran lain. Beberapa ciri dari aliran ekspresionisme adalah sebagai berikut ini. Tidak mengutamakan kemiripan atau kenaturalan objek yang dilukis Sapuan kuas yang berani, tidak malu-malu dan ekspresif Teknik menggambar yang tampak naif, namun tetap memiliki komposisi yang apik Mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek Menolak ideologi modern yang berlebihan dan memberikan imbas semakin tidak memanusia Mencemaskan keorisinalitasan seni terhadap imitasi alam Tokoh Penting & Contoh Lukisan Aliran Ekspresionisme Beberapa seniman yang menjadi tokoh penting dalam aliran ekspresionisme meliputi Edvard Munch dengan lukisan “The Scream”, Ernst Ludwig Kirchner, dan Affandi yang berasal dari Indonesia. Berikut adalah pemaparan gaya ekspresionisme masing-masing tokoh dilengkapi dengan contoh lukisan dan analisis singkatnya. Edvard Munch Edvard Munch adalah seorang seniman yang dikenal selalu mengangkat issue-issue kematian yang berhubungan dengan penyakit kronis, pembebasan stigma seksual, dan aspirasi religius. Dia mengungkapkan wacana tersebut melalui karya-karyanya yang semi abstrak, subjek misterius dan warna simbolis yang intens. Munch dibesarkan oleh Ayahnya yang merupakan seorang fundamentalis Agama “radikal” dan menganggap bahwa kematian dini Ibunya adalah bentuk hukuman dari Tuhan. Munch yang dicekoki oleh anggapan ayahnya yang seperti itu justru malah menjadi pemberontak pada ide-ide fundamental agama seperti itu. Sehingga tema itu juga yang menjadi obsesinya dalam berkarya. Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme The Scream oleh Edvard Munch 1893-1910 The Scream adalah potret dirinya sendiri yang sedang berjalan bersama kedua temannya di trotoar yang menghadap ke kota Oslo. Munch baru saja pulang atau sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa, dimana kakak perempuannya Laura Catherine sedang dirawat. Hal tersebut diketahui melalui pernyataannya mengenai lukisan ini, ia berkata “Aku sedang berjalan dengan dua temanku, ketika matahari terbenam; tiba-tiba, langit berubah menjadi merah, semerah darah. Aku berhenti sejenak dan bersandar di pagar 
 menggigil ketakutan. Lalu aku mendengar jeritan yang sangat keras, jeritan alam yang tak terbatas.” Kekaburan aliran yang dihasilkan oleh Munch pada lukisan ini merupakan salah satu kelebihan yang selalu diutarakan oleh para kritikus seni. Langit dan awan pada lukisan ini mengingatkan kita pada karya Starry Night dari Van Gogh. Namun kita juga dapat menemukan elemen estetika dari aliran Fauvisme, Ekspresionisme, dan Surealisme yang muncul berbarengan pada lukisan ini. Ernst Ludwig Kirchner Ernst Ludwig Kirchner adalah sosok Pemimpin kelompok seni Die BrĂŒcke yang berkembang di Dresden dan Berlin sebelum Perang Dunia I. Ia dianggap sebagai salah satu seniman Ekspresionisme yang paling berbakat di Jerman. Ia membentuk kelompok tersebut karena termotivasi oleh pandangan manusia di dunia modern dan perasaan kehilangan wacana spiritualitas dan orisinalitas. Ia menolak gaya akademik dan ide dari dunia modern yang dianggap semakin tidak memanusia. Saat Perang Dunia kesatu sedang berlangsung Kirchner mengasingkan diri di Davos, Swiss. Disana ia menghasilkan banyak karya lukis namun karyanya tidak berhasil menarik perhatian dunia seni mainstream Jerman. Ketika Nazi menguasai Jerman di awal tahun 1930-an dia juga menjadi korban kampanye Nazi yang ingin memusnahkan “Kemerosotan Seni”. Depresi dan tertekan, ia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme Marzella oleh Kirchner 1909 Model pada lukisan ini adalah seorang gadis bernama Marzella, putri dari seorang janda yang bekerja di sirkus yang Kirchner kunjungi. Marzella adalah penggambaran yang provokatif terhadap seorang gadis muda yang bahkan belum melewati masa pubernya. Warna-warna kontras yang tidak wajar pada wajahnya, dan bahasa tubuh posenya yang menirukan pose dewasa menyimbolkan kedewasaan yang dipalsukan. Ernst mungkin prihatin dengan keadaan anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena imbas dari kehidupan modern. Lukisan itu adalah contoh teknik sketsa cepat yang digunakan oleh anggota Die Brucke. Teknik tersebut dinyatakan oleh mereka dapat menangkap ekspresi dan jiwa sebenarnya dari subjek. Melalui sapuan kuas yang spontan, seluruh ekspresi alami dari model akan tergambar lebih murni. Lukisan ini juga menunjukkan pengaruh Edvard Munch pada karya Kirchner, karena komposisi lukisan ini tampaknya didasarkan dari apresiasinya terhadap karya Puberty 1892 oleh Munch. Affandi Affandi adalah seorang pelukis ekspresionis yang terkenal dengan teknik khas menumpahkaan cat dari tube-nya langsung pada kanvas. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai “Pelukis Kerbau” yang secara eksplisit berarti terlalu bodoh untuk menjadi seniman. Namun dalam perjalanan karirnya ia tetap mampu memahami dan menggeluti bidang seni rupa. Ia lebih senang mempelajari sesuatu dengan cara langsung terjun menggelutinya. Ia adalah seniman yang pengaruhnya cukup besar pada perkembangan seni rupa Indonesia. Affandi juga sempat ikut andil dalam perjuangan negeri ini dalam meraih kemerdekaannya melalui dunia seni. Ikuti kisah selengkapnya di sini Affandi – Biografi, Aliran & Analisis Karya Lukis Lukisan Ekspresionis Potret Diri Affandi & Analisisnya Potret Diri, oleh Affandi Potret diri adalah salah satu tema yang paling sering dibawakan oleh Affandi. Lukisan ini meletakan fokusnya pada wajah sosok laki-laki tua yang merupakan dirinya sendiri. Komposisi lukisan terdiri dari garis-garis melengkung, bergelombang, tebal, berantakan dan bertekstur kasar. Warna yang digunakan sangatlah kontras dan hangat. Lukisan itu menggambarkan sang seniman, dalam suasana hati yang sangat spiritual dan emosional berkontemplasi, bukan marah. Subjeknya adalah cerminan diri yang sudah tua karena memiliki rambut putih dan kepala yang hampir botak. Potret tampak sedang menghisap pipa tembakau, yang bisa jadi menunjukan insting self destruction yang makin menjadi pada usianya yang sudah tidak lagi muda. Meskipun begitu melalui tumpahan catnya, ia masih menunjukkan gairah estetis yang membara pada masa tuanya. Referensi

F6qn2.
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/445
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/249
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/208
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/305
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/38
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/132
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/195
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/454
  • aliran ekspresionisme memiliki ciri khas dalam penggambarannya yaitu