Ada juga kosakata bahasa Aceh yang diserap dari bahasa Arab tidak mengalami perubahan ejaan ataupun perubahan makna, atau dengan kata lain penyerapan utuh. 2) Untuk perubahan makna kata serapan bahasa Aceh dari bahasa Arab dapat disimpulkan menjadi: a) makna tetap, b) makna menyempit, c) makna meluas.
Kata-kata tersebut tentu memilki konotasi negatif dan dianggap tabu oleh masyarakat. Dalam bahasa Aceh, kata tabu dapat dibagi dalam beberap jenis. T Syamsuddin dalam bukunya Adat Istiadat Daerah Propinsi Istimewa Aceh membagi kata-tabu kepada tiga jenis. Pertama, kata-kata tabu yang berhubungan dengan kepercayaan.Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia. Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang kadang-kadang dicampur dengan bahasa asing. Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis.
Apabila diklasifikasi zerosiasi terbagi menjadi tiga, yaitu: 1) Aferesis, adalah penghilangan atau penanggalan satu atau lebih fonem pada awal kata.Dalam bahasa Aceh yang diserap dari bahasa Arab Penghilangan bunyi tersebut antara lain, penghilangan bunyi [mu] seperti 230 Kata-Kata Serapan Bahasa Aceh dari Bahasa Arab: Analisis Morfofonemis