Di dalam kehidupan, air merupakan salah satu elemen terpenting di alam bumi dan semesta ini. Bukan hanya tumbuhan, hewan hingga manusia, semua elemen yang hidup di muka bumi ini sangat membutuhkan air di dalam berdasarkan hasil sebuah penelitian, diketahui bahwa manusia bisa bertahan hidup tanpa makanan selama 10 sampai 14 hari . Namun, manusia hanya bisa bertahan tanpa air hanya 3 sampai 5 hari. Bisa disimpulkan eksistensi air bagi hidup kita sangatlah penting. Oleh karena itu, maha besar Allah SWT telah memberikan ir dan mengalirkannya ke bumi dengan segala itu, air banyak juga disebutkan di dalam Al-Quran. Apa saja dalil atau firman Allah SWT terkait tentang air? Simak selengkapnya dibawah Al Baqarah Ayat 74ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَKemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu Al Baqarah Ayat 164إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati kering-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang juga tentang Cinta Menurut Islam, Mencari Jodoh Dalam Islam, Ta’aruf Menurut Islam, Hukum Zina Tangan, Penyebab Hati Gelisah Menurut Islam3. Al A’raaf Ayat 160وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَDan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!.” Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. Kami berfirman “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu.” Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya Huud Ayat 43قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَAnaknya menjawab “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah saja Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang Huud Ayat 44وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَDan difirmankan “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit hujan berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan “Binasalah orang-orang yang zalim .”6. Al Israa’ Ayat 90وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًاDan mereka berkata “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami,Baca juga tentang Cara Menjaga Pandangan Menurut Islam, Cara Menjaga Pandangan Mata,Pergaulan Dalam Islam, Kisah Cinta Fatimah Az Zahra, Ayat Pernikahan Dalam Islam7. Al Israa’ Ayat 91أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًاatau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,8. Al Kahfi Ayat 41أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًاatau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi.”9. Al Anbiyaa’ Ayat 30أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَDan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?Baca juga tentang Tata Cara Shalat Idul Fitri, Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, dan Shalat Idul Fitri10. Al Hajj Ayat 63أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌApakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Al Mu’minuun Ayat 18وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُDan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa juga tentang Waktu Buka Puasa, Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa, Hukum Belum Membayar Hutang Puasa Ramadhan, Hukum Keramas Saat Puasa, doa di bulan Ramadhan, Hukum Mandi Junub Setelah Imsak12. Al Mu’minuun Ayat 27فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَLalu Kami wahyukan kepadanya “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap jenis, dan juga keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan akan ditimpa azab di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan juga tentang Tunangan Dalam Islam, Cara Menghilangkan Rasa Cinta, Menikah Tanpa Cinta, Cara Mendekatkan Jodoh dalam Islam, Jatuh Cinta dalam Islam13. Al Mu’minuun Ayat 50وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍDan telah Kami jadikan Isa putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi kekuasaan Kami, dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir14. Al Furqaan Ayat 48وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًاDia lah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya hujan; dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,15. Al Furqaan Ayat 49لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًاagar Kami menghidupkan dengan air itu negeri tanah yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang juga tentang Keutamaan Surat Al-Kafirun, Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib, Keutamaan Shalat Witir, Keutamaan Shalat Tarawih, Keutamaan Ar Rahman16. Al Furqaan Ayat 54وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًاDan Dia pula yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Al Mu’minuun Ayat 18وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَDan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa Al Mu’minuun Ayat 19فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَLalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,19. Al Hajj Ayat 63أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌApakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha juga tentang Proses Penciptaan Manusia , Tujuan Penciptaan Manusia, Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Huud Ayat 7وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌDan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya sebelum itu di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata kepada penduduk Mekah “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”21. Al Jin Ayat 16وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًاDan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu agama Islam, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar rezki yang banyak.22. ´Abasa Ayat 24فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِmaka hendaklah manusia itu memperhatikan ´Abasa Ayat 25أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّاSesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air24. ´Abasa Ayat 26ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّاkemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,25. ´Abasa Ayat 27فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّاlalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,26. ´Abasa Ayat 28وَعِنَبًا وَقَضْبًاanggur dan sayur-sayuran,27. ´Abasa Ayat 29وَزَيْتُونًا وَنَخْلًاzaitun dan kurma,28. ´Abasa Ayat 30وَحَدَائِقَ غُلْبًاkebun-kebun yang lebat,29. ´Abasa Ayat 31وَفَاكِهَةً وَأَبًّاdan buah-buahan serta rumput-rumputan,30. ´Abasa Ayat 32مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْuntuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang juga tentang Cara Membuat Hati Ikhlas, Cara Menghindari Riba, Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam, Cara Menghapus Dosa Zina31. Al Mursalaat Ayat 25أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًاBukankah Kami menjadikan bumi tempat berkumpul,32. Al Mursalaat Ayat 26أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًاorang-orang hidup dan orang-orang mati33. Al Mursalaat Ayat 27وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًdan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?Baca juga tentang Keutamaan Bersedekah , Keutamaan Bulan Rabiul Akhir , Begadang Dalam Islam, Keutamaan Bulan Muharram, Keutamaan Cinta Kepada Rasulullah34. An Naba’ Ayat 14وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًاdan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,35. Ar Ra’d Ayat 4وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَDan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang juga tentang Shalat Tarawih bagi Wanita, Shalat Malam Sebelum Tidur Menurut Islam, Shalat Subuh, Shalat Tahajjud, Shalat Lailatul Qadar , dan Keutamaan Shalat Tarawih Berjamaah. 36. An Nuur Ayat 45وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌDan Allah telah menciptakan semua jenis hewanDaabbah dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian yang lain berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala An Naba’ Ayat 15لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًاSupaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,38. Al Qamar Ayat 11فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍMaka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan menurunkan air yang juga tentang Cara Makan Rasulullah Sesuai Sunnah Rasul, Macam Macam Shalat Sunnah, Cara Mandi Dalam Islam Sesuai Sunnah Rasulullah, Sunnah Sebelum Tidur Menurut Islam, dan Macam Macam Puasa Sunnah dalam Agama Al Waaqi’ah Ayat 68أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَMaka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu Al Waaqi’ah Ayat 69أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَKamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?41. Al Waaqi’ah Ayat 70لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَKalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?Demikian penjelasan terkait apa saja ayat Al-Quran yang berbicara tentang air. Semoga bermanfaat.Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia taubah ayat 105 45 pertengkaran 46 an nisa ayat 100 47 surat al lukman ayat 14 48 Surah Al ikhlas 49 ar rahman 26 50 ali imran 190 51 Ayat tentang niat 52 Ali Imran 9 53 luqman 54 Dalil+naqli+tentang+iman+kepada+kitab Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang
Bismillah, Hai Sobat Guru Penyemangat. Pernahkah kamu menemukan kasus seperti membeli barang namun setelah sampai di rumah ternyata takarannya tidak pas?Guru Penyemangat beberapa kali pernah mengalami hal tersebut. Saat membeli jengkol bersama Ibunda, di sana jelas tertera seperempat kilogram. Tapi setelah sampai di rumah dan ditimbang sendiri, ternyata jengkol yang dibeli berat aslinya cuma 2 ons saja. sih, perbedaan takarannya cuma sedikit. Hanya ons saja. Meski sedikit, tetap saja kekurangan timbangan tadi adalah hak kami, kan?Allah dan Rasul-Nya sudah menuangkan perintah tentang pentingnya menyempurnakan takaran dan dan timbangan saat berniaga itu harus pas dan adil. Jika Dikurangi dan dicurangi? Berarti ada hak orang lain yang tidak dipenuhi. Allah sudah siapkan azab yang pedih. Nauzubillah!Berikut telah himpun kumpulan Ayat Al-Quran alias dalil tentang pentingnya menyempurnakan takaran dan timbangan saat berniaga berikut dengan ancaman bagi orang-orang yang mempermainkan Tentang Takaran dan Timbangan1. Menyempurnakan Takaran Timbangan dengan Adil QS Al-An’am/6152وَلَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُۥۚ وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۖ وَإِذَا قُلۡتُمۡ فَٱعۡدِلُواْ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰۖ وَبِعَهۡدِ ٱللَّهِ أَوۡفُواْۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ [ الأنعام152]Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabatmu, dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. [Al An'am152]Dalam Tafsir Quraish Shihab, menakar timbangan yang adil di sini ialah jangan mengurangi pemberian dan jangan meminta lebih saat sudah diberikan takaran yang dalam Tafsir Jalalayn diterangkan bahwa seseorang sebisa mungkin mesti berusaha berlaku adil dalam menakar. Dan jika terjadi kecurangan sedangkan ia tidak mengetahui, maka tidak ada dosa Larangan Mengurangi Takaran dalam Timbangan QS Al-A’raf/785وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡۖ فَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ [ الأعراف85]Dan Kami telah mengutus kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman". [Al A'raf85]3. Larangan Memakan Hak Orang Lain dengan Mengurangi Takaran Timbangan QS Hud/1184۞وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ وَلَا تَنقُصُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَۖ إِنِّيٓ أَرَىٰكُم بِخَيۡرٖ وَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ مُّحِيطٖ. وَيَٰقَوۡمِ أَوۡفُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ [ هود84]Dan kepada penduduk Mad-yan Kami utus saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik mampu dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan kiamat". Dan Syu'aib berkata "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. [Hud84-85]Dalam Tafsir Quraish Shihab dikatakan bahwa menakar timbangan dengan ukuran yang pas adalah wujud dari menyempurnakan hak orang lain. Entah itu dalam keadaan senang dan susah, jangan sekali-kali mencoba mengurangi timbangan karena akan ada ancaman azab Allah di Perintah Menyempurnakan Sukatan QS Yusuf/1259وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ قَالَ ٱئۡتُونِي بِأَخٖ لَّكُم مِّنۡ أَبِيكُمۡۚ أَلَا تَرَوۡنَ أَنِّيٓ أُوفِي ٱلۡكَيۡلَ وَأَنَا۠ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ [ يوسف59]Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu Bunyamin, tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu? [Yusuf59]Sukat adalah takaran yang isinya empat gantang. Adapun sukatan adalah ukuran timbangan yang biasa digunakan pada masa Nabi Yusuf. Dalam Tafsir Jalalayn diterangkan bahwa beliau memberi jatah berupa sukatan yang sama terhadap tamu-tamu Ayat Tentang Menyempurnakan Takaran dan Timbangan QS Yusuf/1288فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيۡهِ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجۡزِي ٱلۡمُتَصَدِّقِينَMaka ketika mereka masuk ke tempat Yusuf, mereka berkata "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah". [Yusuf88]6. Perintah Menyempurnakan Takaran QS Al-Isra/1735وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ إِذَا كِلۡتُمۡ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلٗا [ الإسراء35]Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. [Al Isra"35]Diterangkan dalam Tafsir Jalalayn bahwa seseorang bakal senang bermuamalah dengan manusia yang menakar timbangan dengan neraca yang benar dan Tentang Tidak Boleh Mempermainkan Takaran Timbangan Kualitas dan KehalalanAyat Tentang Tidak Boleh Mempermainkan Takaran Timbangan Kualitas dan Kehalalan. Dok. intinya, saat berjualan takaran itu harus pas. Tidak hanya cukup di angka pada neraca, melainkan pula sesuai dengan kualitas barang yang ketika kita mengaku menjual mangga manis, namun ternyata mangga itu semuanya asam setelah sampai di tangan konsumen, itu berarti takaran timbangannya tidak pas dari segi kualitas. Pada akhirnya, konsumen tadi kehilangan demikian, mempermainkan takaran dalam timbangan itu begitu merugikan orang lain dan Allah sudah siapkan azab bagi orang-orang yang berlaku Larangan Merugikan Orang Lain dengan Memainkan Takaran QS/Asy-Syuara/26181-183۞أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ. وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ. وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ [ الشعراء181-183]Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; [Ash Shu'ara"181-183]8. Larangan Mengurasi Takaran dalam Timbangan QS Ar-Rahman/558-9أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ. وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ [ الـرحـمـن8-9]Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. [Ar Rahman8-9]9. Kecelakaan Bagi Orang-orang yang Curang dalam Menakar QS Al-Muthaffifin/1-3.وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ. ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ. وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُون Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. [QS Al Muthaffifin1-3]Dalam Tafsir Jalalayn, kata wailun adalah kalimat yang mengandung makna azab sekaligus nama lembah di neraka sebagai tempat orang-orang yang Al-Muthaffifin mengancam keras orang-orang yang berbuat curang; yaitu mereka yang meminta dilebihkan saat diberikan takaran timbangan yang pas, tapi mengurangi timbangan saat memberikannya kepada orang lain.***Demikianlah tadi kumpulan Ayat Al-Quran sebagai dalil tentang menyempurnakan takaran dan timbangan. Sejatinya berniaga alias berdagang itu adalah muamalah yang bagus dan berpahala. Walau begitu, caranya pula harus baik karena menyempurnakan takaran timbangan adalah Baca Kumpulan Ayat Al-Quran Tentang Infak dan Ancaman Bagi Mereka yang Meninggalkannya
zaman6 Alquran sendiri banyak menjelaskan tentang pola hidup yang baik (Al-A'la ayat 14), kesejahteraan (An-Nahl ayat 97), perdamaian (Al-Anfal ayat 61), kebahagian (Al-Qashash ayat ini membuktikan bahwa ayat-ayat Alquran mengajarkan manusia untuk bertahan (resilien) dan bangkit dari situasi atau kondisi sulit sehingga mencapai tarafloading...Melalui ayat-ayat Al Quran ini, kita hendaknya menyadari bahwa ketenangan hati itu mahal harganya dan hanya bisa kita peroleh jika bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Foto istimewa Muslimah, tak dapat dipungkiri bahwa kita manusia pasti pernah merasakan kesedihan dan kehilangan motivasi . Untuk itu, jika kita sedang bersedih dan membutuhkan dorongan untuk kembali semangat, kita dapat membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ayat-ayat Al Qur'an manakah yang dapat menjadi motivasi saat kita bersedih ini? Baca juga Dahsyatnya Sedekah di Hari Jumat Motivasi memiliki pengaruh yang kuat bagi seseorang untuk melakukan sesuatu atau memberikan semangat yang selalu berhasil membuat keadaan seseorang menjadi lebih baik. Dengan kekuatan motivasi, suasana hati dan perilaku seseorang bisa berubah ke arah yang lebih positif. Rasanya seperti membangkitkan energi positif dari dalam diri dan direalisasikan dalam suatu perubahan perilaku yang muslim, kita diperintahkan untuk membaca firman-firman Allah yang tertulis dalam Al Qur’an. Nah, dirangkum dari berbagai sumber, berikut ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang bisa menjadi penyemangat kembali ketika kita tengah bersedih tentang kehidupan yang dialami. Berikut di antaranya Baca Juga 1. Surat Yusuf ayat 87يٰبَنِىَّ اذۡهَبُوۡا فَتَحَسَّسُوۡا مِنۡ يُّوۡسُفَ وَاَخِيۡهِ وَلَا تَايۡــَٔسُوۡا مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِؕ اِنَّهٗ لَا يَايۡــَٔسُ مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡكٰفِرُوۡنَ"Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir." QS. Yusuf 87.Ayat ini menjelaskan bahwa setiap kita masih diberikan napas, berarti akan selalu ada harapan. Jika kita merasa sangat sulit menghadapi tantangan dalam hidup, maka harapan itu akan datang kepada mereka yang percaya. Tetap berusaha yag terbaik disertai doa, itulah cara terbaik dalam menghadapi tantangan. Baca Juga 2. Surat At-Taubah ayat 40“... Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita...." QS. at-Taubah 40.Sebagai manusia, kita tentu pernah mengalami situasi sulit, seperti mengalami kegagalan dalam pekerjaan, pernikahan dan lainnya. Daripada meratapi dan berlarut larut dalam kesedihan, cobalah untuk terus bangkit dan berusaha, ambil sisi positif dari kegagalan yang didapat. Kembalikan segalanya pada Sang Pencipta bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya. Baca Juga 3. Surat Ali Imran ayat 139وَلَا تَهِنُوۡا وَ لَا تَحۡزَنُوۡا وَاَنۡتُمُ الۡاَعۡلَوۡنَ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman." QS. Ali Imran 139.Sebagai manusia, kita tidak diperkenankan untuk selalu memandang diri sebagai orang yang penuh kekurangan. Allah tentu memberikan setiap umat-Nya kelebihan dan kekurangan dalam diri. Baca Juga Jika kita selalu berpikiran negatif terhadap diri sendiri, itu tandanya kurang bersyukur. Jadikanlah kekurangan yang ada sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.
YusrilMengutip Ayat Alquran dalam Siang Kedua Sengketa Pilpres 2019 di MK, Ini Artinya Tanpa pengaruh dan tekanan dari pihak manapun juga. yang kemudian dirinci oleh Pasal 10 Ayat 1 D UU
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID bnTjORSCbEb1dQrBKK1bUU1DSPG-da2uc_MWjvuYB3uh2ZRRz6k_ig==
AyatAlquran berkenaan tentang Riba - Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan ribaIlustrasi Al-quran. Foto Aisylu Ahmadieva/ apa saja dalil dalam Alquran yang membahas tentang antara tekanan udara dan ketinggian saling berlawanan? Berikut dalil, terjemahan dan tafsir menurut Kemenag Al-An'am Ayat 125فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَMaka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak ada orang yang berjiwa besar dan terbuka hatinya untuk menerima kebenaran agama Islam, maka yang demikian itu disebabkan karena Allah hendak memberikan petunjuk kepadanya. Oleh karena itu, dadanya menjadi lapang untuk menerima semua ajaran Islam, baik berupa perintah maupun bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang "kelapangan dada" yang dimaksud dalam ayat ini, lalu beliau menjawab, "Itulah gambaran cahaya Ilahi yang menyinari hati orang mukmin, sehingga menjadi lapanglah dadanya." Para sahabat bertanya lagi, "Apakah yang demikian itu ada tanda-tandanya?" Nabi saw menjawab, "Ada tanda-tandanya, yaitu selalu condong kepada akhirat, selalu menjauhkan diri dari tipu daya dunia dan selalu bersiap-siap untuk menghadapi kematian." Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Abdullah bin Mas'udJika demikian sifat-sifat orang mukmin yang berlapang dada disebabkan oleh cahaya iman yang masuk ke dalam hatinya, maka sebaliknya orang yang dikehendaki Allah untuk hidup dalam kesesatan, dadanya dijadikan sesak dan sempit seolah-olah ia sedang naik ke langit yang hampa udara. Apabila ia diajak untuk berfikir tentang kebenaran dan tafakur tentang tanda-tanda keesaan Allah, maka disebabkan oleh kesombongan dalam hatinya, ia menolak karena perbuatan itu tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Hasrat untuk mengikuti kebenaran melemah, dan setiap anjuran agama dirasakannya sebagai suatu beban yang berat yang tidak dapat dipikulnya. Gambaran orang serupa itu adalah seperti orang yang sedang naik ke langit. Semakin tinggi ia naik, semakin sesak nafasnya karena kehabisan oksigen, sehingga ia terpaksa turun kembali untuk menghindarkan diri dari ayat ini, Allah memberikan sebuah perumpamaan, agar benar-benar diresapi dengan perasaan yang jernih. Demikianlah Allah menjadikan kesempitan dalam hati orang-orang yang tidak beriman, karena kekafiran itu seperti kotoran yang menutup hati mereka, sehingga ia tidak menerima kebenaran. Keadaan ini dapat disaksikan pada tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari yang selalu menjurus kepada selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
vkpv1B.