Penyakit pada hewan ternak seperti domba, kambing dan budidaya sapi potong memang menjadi permasalahan bagi para peternak baik itu penyakit biasa atau ganas. Salah satu jenis penyakit yang biasa terjadi diantaranya adalah kutil. Kutil atau Cutaneous papillomatosis merupakan tumor kulit dengan bentuk seperti bunga kol disebabkan karena Bovine Papilomavirus [BPV] tipe 1, BPV tipe 2 dan BPV tipe 5. Pada hewan ternak seperti kuda, sapi, domba dan kambing, kutil ini biasanya bisa terlihat di sekitar area leher dan bahkan bisa menyebar ke seluruh permukaan jumlah kutil semakin banyak, maka nantinya infeksi bakteri juga akan menurunkan daya tahan tubuh hewan ternak dan berujung pada kematian. Kutil bisa menular lewat kontak langsung dari pakan, penggunaan jarum suntik berulang dan juga peralatan kandang yang sudah terkontaminasi dengan ternak yang terkena kutil. Hewan ternak yang terkena kutil ini bisa terlihat jelas dari permukaan kutil yang kasar namun tidak menyebabkan rasa nyeri. Bagi anda yang kebetulan memiliki hewan ternak sapi yang terkena kutil, berikut kami punya beberapa cara menghilangkan kutil pada sapi yang bisa anda praktekkan. Pembedahan Cara menyembuhkan kutil sapi dengan cara pembedahan menjadi salah satu cara yang efektif sekaligus cepat. Namun pembedahan hanya bisa dilakukan untuk kutil sapi yang berjumlah tidak terlalu banyak dan bersifat tunggal. PengikatanMenghilangkan kutil ternak seperti pada sapi juga bisa dilakukan dengan teknik pengikatan termasuk pada cara ternak sapi skala rumahan. Pangkal kutil nantinya akan diikat dengan erat sehingga bisa memutus aliran darah dalam waktu yang lama ke area kutil tersebut sehingga nantinya bisa terlepas dan mengelupas dengan sendirinya. Akan tetapi, banyak orang yang beranggapan jika metode ini kurang efektif digunakan untuk menghilangkan kutil pada ternak sapi sebab bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada sapi. AutovaksinTidak hanya bisa diatasi dengan teknik pembedahan dan pengikatan, namun kutil pada sapi juga bisa diatasi dengan membuat autovaksin yang akan disuntikan secara subcutaneous di area sekitar kutil. Kutil nantinya akan mulai terlihat berkurang sekitar tiga minggu sesudah vaksin dilakukan dan dalam waktu enam minggu, maka kutil akan hilang seluruhnya bahkan tidak akan tumbuh kembali dengan menggunakan autovaksin tersebut. Berikut adalah cara untuk membuat autovaksin kutil akan diambil kemudian akan ditambahkan lalu dibuat suspensi dan formalin akan ditambahkan sebanyak 10% bersama dengan antibiotik sebanyak 2 mg/ml dan vaksin siap disuntikan dimana 1 ml untuk setiap 20 kg berat badan sapi. VaksinasiSelai autovaksin, vaksinasi juga efektif digunakan untuk mengatasi kutil pada sapi sekaligus menghambat penyakit kutil tersebut yang juga menjadi tips memulai ternak kambing yang penting untuk diketahui. Vaksinasi ini sudah banyak dikembangkan di beberapa negara maju. Akan tetapi untuk wilayah Indonesia, vaksinasi untuk kutil sapi ini masih belum diaplikasikan karena menurut kabar, vaksinasi untuk penyakit kutil sapi terbilang kurang efektif dipakai sebab tidak mengandung semua jenis strain BPV. ThujaThuja merupakan perawatan holistik yang terbuat dari sejenis pohon dan aman digunakan untuk hewan ternak seperti kambing, sapi kuda dan domba yang bahkan juga aman digunakan untuk hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Obat thuja ini tersedia dalam bentuk cair atau tablet dan harus diminumkan pada dosis thuja yang sesuai untuk sapi dan jika tidak terlihat perbaikan sesudah dua minggu pertama, maka dosis kedua bisa diketahui jika thuja bisa menyebabkan aborsi sehingga tidak disarankan untuk digunakan sebagai pengobatan kutil pada sapi yang sedang mengandung. Berikan Tambahan VitaminTambahan vitamin sangat penting diberikan agar daya tahan tubuh sapi bisa meningkat. Kutil mungkin juga menjadi gejala jika daya tahan tubuh sapi sedang menurun sehingga bisa dihilangkan dengan mengatasi masalah sistem imun tersebut seperti dalam teknik dasar ternak kambing. Suplemen immunosupport yang mengandung beberapa bahan bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi seperti jamur shitake, lutein dan juga arabinogalaktan. Gunakan Kapsul Vitamin E BiasaKapsul vitamin E yang bisa dikonsumsi juga bisa digunakan untuk mengatasi kutil pada sapi. Cara menggunakannya juga sangat mudah yakni dengan membuka kapsul vitamin E kemudian aplikasikan minyak tersebut langsung ke permukaan kulit sapi yang terkena kutil. Ulangi cara ini sebanyak tiga hingga empat kali sehari selama 2 hingga 3 minggu sampai terlihat perbaikan. Minyak JarakSelain minyak vitamin E, minyak jarak juga efektif digunakan untuk mengatasi kutil pada sapi yang juga bisa digunakan pada budidaya kambing biri biri. Minyak jarak biasanya bisa dibeli di apotek yang berguna untuk melunakkan kutil pada sapi sekaligus meredakan iritasi yang terjadi. Aplikasikan langsung minyak jarak ke permukaan kulit sapi yang dilakukan 1 hingga 2 kali sehari atau sesuai kebutuhan untuk mengurangi iritasi hingga kutil bisa menghilang. Cuka Sari ApelCuka sari apel bisa digunakan untuk mengatasi kutil pada sapi yang pada awalnya tidak akan menimbulkan rasa sakit. Namun ketika tengah pemakaian, kemungkinan rasa sedikit perih dan pedih bisa terjadi karena kandungan asam dalam cuka apel sudah menekan pertumbuhan kutil. Untuk menggunakan cuka sari apel ini tidak boleh dipakai untuk menghilangkan kutil di sekitar mata atau organ kelamin sapi. Berikut adalah cara cuka apel dalam cangkir dan aplikasikan terlebih dahulu petroleum jelly ke area sekitar kutil di permukaan kulit yang cuka apel ke permukaan kulit dan biarkan hingga meresap lalu bersihkan cuka apel yang dengan perawatan, kutil mungkin akan terasa perih karena sedang mengelupas dan teruskan perawatan 3 sampai 4 kali sehari sampai nantinya akan mengering dan terlepas dari tubuh kutil mengering, maka di permukaan kulit sapi akan terlihat lingkaran memerah atau melepuh sehingga harus dibersihkan dengan hati hati memakai air hangat dan lap lalu lanjutkan dengan mengaplikasikan minyak kelapa satu kali sehari hingga luka tersebut pulih. Minyak kelapa memiliki khasiat anti jamur sekaligus mempercepat penyembuhan dan meregenerasi sel kulit yang sehat. AzitromisinAzitromisin adalah obat jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi kutil pada manusia dan sudah terbukti efektif untuk menghilangkan kutil pada hewan seperti sapi, kuda, cara beternak kambing etawa dan anjing. Obat yang harus dibeli dengan resep dokter ini bisa diminumkan pada sapi 1 kali sehari maksimal selama 10 hari dalam dosis yang sudah dihitung berdasarkan dengan berat badan sapi. Perawatan Interferon SubuktanPerawatan interferon subuktan bisa digunakan untuk mengatasi kutil sapi yang disebabkan karena infeksi virus. Perawatan antiviral ini bisa diresepkan dokter hewan dan biasa digunakan untuk mengatasi kutil yang tidak respon dengan perawatan lainnya atau kutil sudah tergolong parah. Dokter hewan nantinya akan menyuntikkan interferon pada sapi beberapa kali dalam seminggu atau mengajarkan caranya pada peternak supaya bisa dilakukan oleh ini umumnya dilakukan paling lama selama 8 ini tetap bisa menyebabkan efek samping seperti demam dan nafsu makan yang menurun pada sapi. ElectrocauteryUntuk mengatasi kutil pada sapi atau cara ternak domba jantan juga bisa dilakukan dengan cara tindakan electrocautery. Selama tindakan yang dinamakan dengan electrosurgery ini, dokter hewan akan memakai peralatan kecil sehingga arus listrik kecil bisa difokuskan pada kutil. Arus listrik tersebut nantinya akan membakar jaringan yang sudah terkontaminasi untuk menghilangkan kutil. Untuk operasi ini, dokter umumnya akan memakai anestesi lokal sehingga menjadi pilihan terbaik untuk meminimalisir risiko anestesi umum pada sapi. CryosurgeryCryosurgery juga bisa dilakukan dokter hewan untuk menghilangkan kutil pada hewan seperti hewan peliharaan anjing dan kucing serta juga bisa dilakukan untuk hewan ternak seperti domba, sapi, kambing dan juga kuda. Dokter nantinya akan memakai alat khusus untuk membekukan kutil dimana proses ini akan menghancurkan jaringan yang sakit, memperkecil ukuran dari kutil dan juga dalam beberapa kasus bisa menghilangkan kutil secara menyeluruh. Sama seperti electrocautery, cryosurgery juga akan dilakukan dengan anestesi lokal sehingga sapi tidak benar benar tidur sepenuhnya. EksisiEksisi merupakan tindakan tradisional untuk mengatasi kutil yang juga bisa digunakan dalam cara ternak domba modern. Dokter hewan biasanya akan melakukan anestesi umum untuk eksisi. Selama tindakan dilakukan, dokter hewan akan menyayat kutil beserta dengan jaringan yang sudah terkontaminasi memakai pisau bedah. Dokter hewan juga mungkin akan menunda tindakan sampai sapi siap untuk anestesi umum dan juga sebab lainnya. Memberikan anestesi umum pada sapi hanya dilakukan untuk mengangkat kutil yang sudah sangat kronis. Ablasi LaserAblasi laser bisa digunakan untuk kutil pada sapi yang tidak hilang dan tidak bisa merespon dengan perawatan lainnya. Nantinya sapi harus diberikan anestesi umum namun tindakan ini bisa menargetkan kutil sampai ke bagian akar sehingga menjadi pilihan tepat untuk mengatasi kutil kambuhan atau kutil yang tidak membaik meski sudah diberikan pengobatan.
Gejalaklinis Gejala klinis yng ditimbulkan benar-benar terperinci yang dengannya adanya kutil pada permukaan kulit dari ternak yng terserang (Meuten, 2002). Permukaan tumor ini agak kasar, semisal bunga kol, dan tidak memunculkan rasa nyeri (Soeharsono et. al., 2010). Cara Mengobati penyakit Kutil Pada Sapi dan Kambing Secara Medis
Pengertian Penyakit Sapi Gila Bovine spongiform encephalopathy BSE atau penyakit sapi gila adalah kondisi masalah kesehatan yang ditandai dengan munculnya kerusakan pada otak. Kelainan ini disertai dengan tanda dan gejala neurologis yang fatal yang terjadi pada sapi. Saat terjadi pada manusia, penyakit ini dikenal dengan istilah penyakit Creutzfeldt-Jakob CJD, dan banyak ditemukan di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Penyebab Penyakit Sapi Gila Penyakit sapi gila beserta berbagai variannya merupakan bagian dari kelompok penyakit pada manusia dan hewan yang disebut transmissible spongiform encephalopathies TSE. Penyebab penyakit Creutzfeldt-Jakob dan TSE lainnya diduga berasal dari jenis abnormal dari protein yang disebut prion. Umumnya, protein ini tidak berbahaya. Namun, bila mengalami perubahan bentuk, prion dapat menjadi infeksius dan mengganggu proses biologis normal pada tubuh. Penyakit sapi gila tidak ditularkan melalui batuk, bersin, sentuhan, atau kontak seksual. Tiga cara penyakit ini dapat terjadi yaitu Secara sporadik. Sebagian besar individu dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob yang klasik tidak diketahui secara jelas penyebabnya. Secara keturunan. Sekitar 5 sampai 10 persen orang dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama, atau memiliki hasil positif pada pemeriksaan mutasi genetik yang dikaitkan dengan penyakit ini. Secara kontaminasi. Proporsi kecil individu dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob mengalami kondisi ini setelah terekspos jaringan manusia tertentu setelah menjalani tindakan medis tertentu, seperti transplantasi kornea atau kulit. Faktor Risiko Penyakit Sapi Gila Seseorang berisiko tertular penyakit sapi gila apabila mengonsumsi bagian otak dan tulang belakang dari hewan yang terinfeksi. Meski tidak diketahui penyebab pastinya, faktor genetik dan usia diyakini bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit sapi gila. Sebagian besar pengidap penyakit sapi gila hanya mampu bertahan hidup dalam waktu satu tahun sejak gejala pertama muncul. Umumnya, penyakit sapi gila ditandai dengan Gangguan ingatan dan fungsi otak lain. Perubahan kepribadian. Gangguan keseimbangan. Bicara tidak jelas dan penglihatan terganggu. Mengalami gangguan psikologis seperti cemas dan depresi. Beberapa bagian tubuh mengalami kesemutan dan sulit digerakkan. Mengalami insomnia, demensia, dan dapat berlanjut menjadi koma. Diagnosis Penyakit Sapi Gila Diagnosis penyakit sapi gila ditentukan berdasarkan perkembangan gejala dan riwayat kesehatan pengidap. Satu-satunya jalan untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengalami masalah kesehatan ini adalah melalui prosedur biopsi otak saat otopsi. Sayangnya, prosedur ini baru dapat dilakukan apabila pengidap sudah meninggal dunia. Namun, ada berbagai prosedur diagnosis yang dapat membantu dokter mendiagnosa penyakit ini, antara lain Pemeriksaan neurologis. Saat tahap awal, dokter neurologi spesialis saraf akan memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Misalnya penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, atau tumor otak. Electroencephalogram EEG. Prosedur medis ini dilakukan untuk merekam aktivitas otak dan membantu mendeteksi aktivitas elektrik yang tidak normal pada pengidap sporadic CJD. Pemindaian dengan MRI. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk mendapatkan gambaran detail tentang kondisi otak pengidap. Pungsi lumbal. Pengambilan sampel cairan otak dari area tulang belakang pengidap untuk diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan genetik. Tes darah dilakukan untuk mendeteksi potensi terjadinya mutasi dalam gen dan memastikan adanya faktor keturunan. Biopsi amandel. Pengambilan sampel jaringan amandel untuk melihat kemungkinan adanya prion di amandel pengidap variant CJD. Pengobatan Penyakit Sapi Gila Tidak diketahui adanya metode penanganan yang efektif bagi pengidap penyakit sapi gila Creutzfeldt-Jakob dan berbagai jenis lainnya. Sejumlah pengobatan telah diuji, termasuk steroid, antibiotik, antiviral, dan sebagainya, tapi tidak menunjukkan manfaat yang berarti. Oleh sebab itu, para pakar menaruh fokus penanganan untuk menghilangkan rasa nyeri serta gejala lainnya. Tujuannya adalah menjaga kenyamanan pengidap dalam beraktivitas. Komplikasi Penyakit Sapi Gila Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit sapi gila bisa menyebabkan komplikasi pada otak. Jika hal itu terjadi, seseorang akan menunjukkan hal berikut Mengalami kesulitan dalam berpikir dan mengingat. Mengasingkan diri dari teman serta keluarga. Umumnya menjadi tidak peduli terhadap diri sendiri. Meningkatkan risiko kematian. Pencegahan Penyakit Sapi Gila Penyakit sapi gila sering kali terjadi secara spontan, sehingga sulit untuk dicegah. Sterilisasi untuk mencegah agar bakteri dan virus tidak menyebar ke seluruh tubuh juga tidak efektif. Meski begitu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit sapi gila, di antaranya Memusnahkan sumber infeksi. Salah satu cara meminimalisasi penularan penyakit sapi gila adalah memusnahkan bangkai daging yang berpotensi menularkan penyakit, baik ke manusia maupun hewan lainnya. Transfusi darah dengan aman. Orang yang berisiko tertular penyakit sapi gila dilarang melakukan donor darah untuk mengurangi risiko penularan. Membatasi daging impor. Terutama daging impor dari negara yang rawan terhadap penyakit sapi gila, seperti Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Pengawasan hewan ternak. Cara ini dilakukan mulai dari pengendalian pakan ternak, pengobatan hewan yang sakit, hingga pembatasan konsumsi hewan ternak yang berisiko mengalami dan menularkan penyakit sapi gila. Kapan Harus ke Dokter? Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat apabila merasakan adanya gejala penyakit sapi gila. Buat janji di rumah sakit lebih mudah pakai aplikasi Halodoc. Segera download aplikasi Halodoc melalui Play Store dan App Store sekarang juga. Referensi WebMD. Diakses pada 2022. The Basics of Mad Cow Disease. EmedicineHealth. Diakses pada 2022. Mad Cow Disease and Variant Creutzfeldt-Jakob Disease. Healthline. Diakses pada 2022. Creutzfeldt-Jakob Disease and Mad Cow Disease. Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Creutzfeldt-Jakob Disease.
vGQoTYR. 4g7p6xg4p9.pages.dev/2084g7p6xg4p9.pages.dev/4994g7p6xg4p9.pages.dev/4904g7p6xg4p9.pages.dev/2554g7p6xg4p9.pages.dev/2384g7p6xg4p9.pages.dev/974g7p6xg4p9.pages.dev/1504g7p6xg4p9.pages.dev/176
gejala penyakit kutil pada sapi