Sebuahinduktor dengan induksi diri 0,2 henry , dialiri arus yang merupakan fungsi waktu dengan persamaan i = 2t^3 + t² - 2t +1 dlm ampere dan t dalam - 2430731 febiansssssss febiansssssss 16.09.2019 Fisika Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Kelas 12 SMARangkaian Arus Bolak BalikArus dan Tegangan Bolak BalikSebuah induktor memiliki induktansi diri 0,04 H dihubungkan dengan sumber tegangan AFG dengan tegangan maksimum 240 V dan berfrekuensi 200/pi Hz. Besar Impedansi dan arus efektif yang mengalir melalui induktor tersebut adalah.... Z=ohm L. Impedansi Induktor Arus ElektifArus dan Tegangan Bolak BalikRangkaian Arus Bolak BalikElektroFisikaRekomendasi video solusi lainnya0056Suatu rangkaian listrik RLC seri dihubungkan dengan sumbe...0159Suatu hambatan sebesar 40 Ohm dipasang pada sumber tegang...0241Suatu induktor yang mempunyai induktansi 0,05 H dipasang ...0405Suatu sumber tegangan bolak-balik menghasilkan tegangan s...Teks videohalo keren soal ini terdapat sebuah induktor yang dihubungkan dengan sumber tegangan nah ditanyakan adalah besar impedansi dan arus efektif yang mengalir melalui induktor tersebut kita tulis dulu yang diketahui dari soal pertama adalah l atau induktansi sebesar 0,04 Henry pada tegangan itu 240 volt pada frekuensi nya yaitu 200 per 1 nya kemudian yang ditanyakan adalah impedansi dan arus efektif kemudian Bagaimana cara mengerjakannya pertama-tama kita gunakan rumus kecepatan sudut Omega itu Omega = 2 V T dengan frekuensi masukan variabel variabel yaitu 2 V jika tekanan dikalikan dengan frekuensinya 200 bisa kita coret hasilnya menjadi 400 Radian per sekon kemudian kita akan menggunakan persamaan yang terdapat di soal itu nantinya Z atau ibadati sama dengan Omega dikalikan dengan induktansi l ditambahkan variabel variabel yaitu megang nya adalah 400 dikalikan dan induktansi adalah 0,04 hasilnya menjadi 6 m. Kemudian ditanyakan lagi adalah arus efektif yang tertulis efektif = persamaan dari Rusia efektif adalah tegangan f x dikurangi dengan m dibagi dengan zat atau badan si yang dapat difungsikan sebagai Max dibagi dengan Z 2 Nah kita masukkan nilai-nilainya menjadi sama dengan 240 dibagi dengan 16 akar 2 dan jika dihitung massanya menjadi 7,5 akar 2 A jadi impedansi induktor adalah 16 Ohm dan arus efektif adalah 7,5 √ 2 A atau jawabannya adalah C sampai jumpa di pertanyaan berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul JadiGGL induksi diri yang dialami kumparan adalah 0,5 volt. 2). Contoh Soal Perhtiungan GGL Induksi Diri Kumparan, Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri 0,5 H dialiri arus sebagai fungsi waktu I = 20 - 8t2. Arus I dalam ampere dan waktu t dalam detik. Tentukanlah ggl induksi diri yang terjadi pada kumparan ketika t = 3 detik. Jawab
FisikaElektro Kelas 12 SMARangkaian Arus Bolak BalikRangkaian Arus Bolak BalikSuatu induktor mempunyai induktansi diri 0,05 Henry dihubungkan dengan sumber tegangan AC bertegangan V=100 sin 200t. Tentukan besarnya reaktansi induktif kuat arus listrik maksimum yang melalui induktor tersebut!Rangkaian Arus Bolak BalikRangkaian Arus Bolak BalikElektroFisikaRekomendasi video solusi lainnya0241Suatu induktor yang mempunyai induktansi 0,05 H dipasang ...Suatu induktor yang mempunyai induktansi 0,05 H dipasang ...0149Jika sumber tegangan AC dihubungkan dengan rangkaian se...Jika sumber tegangan AC dihubungkan dengan rangkaian se...
Penyinteranmerupakan proses penting dalam pembuatan varistor karena pada proses ini akan dibentuk mikrostruktur yang baik dari campuran beberapa zat apabila
Kelas 12 SMAInduksi ElektromagnetikInduktansi DiriSebuah kumparan induktor mempunyai induktansi sebesar 500 mH , apabila pada induktor tersebut terjadi perubahan kuat arus yang memenuhi persamaan I=2t^2+4t-5 ampere. Tentukan besarnya ggl induksi diri pada kumparan tersebut saat t=2 sekon!Induktansi DiriPotensial GGL InduksiInduksi ElektromagnetikElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0223Kumparan dengan 10 lilitan mengalami perubahan fluks magn...0607Kawat PQ panjang 50 cm digerakkan tegak lurus sepanjang k...0223Sebuah kumparan memiliki jumlah lilitan 1000 mengalami pe...Teks videoHalo governance pada soal ini tidak diberikan sebuah kasus mengenai induktansi diri pada sebuah kumparan Diketahui sebuah kumparan mempunyai induktansi diri atau l sebesar 500 mili Henry atau jika kita Nyatakan dengan satuan Henry menjadi l = 0,5 Henry lalu pada kumparan tersebut terjadi perubahan kuat arus dengan persamaan sebagai berikut Y = 2 t kuadrat + 4 t dikurangi 5 a kita diminta untuk menentukan berapakah besarnya GGL induksi diri atau epsilon saat T = 2 sekon untuk menjawab soal ini kita dapat mengacu pada persamaan induktansi diri yaitu epsilon = negatif l x dy per DT dimana epsilon adalah GGL induksi yang timbul pada kumparan l adalah induktansi diri dan tipe D T adalah perubahan kuat arus listrik di sini kita masuk parameter-parameter yang ada sehingga kita dapatkan nilai epsilon = negatif 0,5 Henry * T 2 t kuadrat + 4 x kurangi 5 per S maka persamaan ini kita turunkan persamaan i = 2 t kuadrat + 4 Y kurang 5 terhadap waktu yaitu kita dapatkan sebagai berikut sehingga kita dapatkan persamaan dari epsilon menjadi epsilon = negatif 0,3 x + 4 A per sekon lalu kita Nyatakan atau kita substitusikan nilai nya saat t = 2 sekon hingga kita aplikasikan nilai T = 2 sekon ke persamaan tersebut yaitu sebagai berikut dengan memasukkan Parameter tersebut didapatkan nilai dari F silon sebesar -6 V di sini tanda negatif menunjukkan bahwa arah GGL induksi akan berlawanan dengan perubahan kuat arus listrik Namun karena pada soal yang ditanyakan adalah besarnya GGL induksi diri maka kita dapat mengambil nilai besarnya saja yaitu epsilon = 6 Volt demikian pembahasan soal kali ini sampai jumpa di soal-soal berikutnya. Terima nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul M= 0,25 H. Jadi, induktansi timbal balik kumparan adalah 0,25 H. 7). Contoh Soal Menghitung Induktansi Silang Dan GGL Induktansi Induktor Solenoida, Sebuah kumparan solenoida memiliki Panjang d = 100 cm dengan luas penampang A = 5 x10 -3 m 2 dan jumlah lilitan kumparan solenoida pertama 3000 lilitan.
BABInduksi Elektromagnetikmulai tugas 18Seorang ahli fisika Inggris , Michael Faraday 1791-1867 pada tahun 1831 berhasil menunjukkan bahwa arus listrik dapat dihasilkan dari perubahan medan magnetic Eksperimen seperti ini secara terpisah dilakukan oleh Joseph Henry 1797 – 1878 di Amerika Serikat pada waktu yang bersamaan. Gejala timbulnya arus listrik pada suatu penghantar akibat perubahan medan magnetic dinamakan Induksi Elektromagnetik. Gaya gerak listrik ggl yang timbul di ujung-ujung penghantar karena perubahan medan magnetic disebut gaya gerak listrik induksi ggl induksi . Arus listrik yang dihasilkan oleh ggl induksi disebut arus listrik induksi / arus imbasHasil percobaan Faraday menyimpulkan bahwa arus induksi yang timbul di dalam kumparan diakibatkan oleh perubahan fluks magnet garis gaya magnet yang dilingkupi dalam magnetic Φ Fluks magnetic berkaitan dengan jumlah garis medan magnetic yang memotong tegak lurus suatu bidangRumus Φ = B. A. cos θKeterangan Φ = fluks magnet weber atau wbB = medan magnet tesla atau T atau wb/m2 A = luas bidang m2 θ = sudut antara medan magnet B dengan garis normal Ncontoh soal 1. tentukan fluks magnet yang menembus bidang bujur sangkar yang sisinya 25√2 cm. jika terdapat induksi magnetic homogen sebesar 250 wb/m2 yang arahnyaa. sejajar bidangb. tegak lurus bidang c. membentuk sudut 530 terhadap bidang GGL induksi gaya gerak listrik induksi Hukum induksi FaradayBunyi ggl induksi pada sebuah rangkaian sama dengan kecepatan perubahan fluks yang melalui rangkaian tersebutRumus Keterangan ε = ggl induksi volt Φ = Φ2 – Φ1Φ = perubahan fluks magnet weber atau wbt = t2 – t1t = selang waktu sΦ/t = kecepatan perubahan fluks wb/s N = jumlah lilitan lilitan Contoh soal 1. Sebuah kumparan terdiri dari 100 lilitan. Kumparan tersebut digerakkan di dalam medan magnet sehingga dalam selang waktu 0,04 sekon terjadi perubahan fluks magnet dari 4,5 . 10-4 wb menjadi 2,5 . 10-4 wb. Tentukan ggl rata-rata yang timbul dalam Suatu kumparan mempunyai bentuk persegi Panjang 25 cm x 40 cm terdiri dari 80 lilitan. Kumparan tersebut berputar di dalam medan magnet B = 4T selama selang waktu 0,8 s dan membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Tentukan ggl induksi yang timbul dalam kumparanGGL induksi pada batang konduktor Rumus Φ = B A Φ = B p L Φ = B s L Keterangan p = s = Panjang kumparan L = lebar kumparan Karena ε= dΦ/dt maka ε = B L ds/dt ε = B L ϑ keterangan ε = ggl induksi atau beda potensial pada batang volt B = medan magnet atau induksi magnetic T L = panjang batang m ϑ = kecepatan batang m/s Aturan tangan kanan Dipakai 2 aturan tangan kanan Aturan tangan kanan pertama arah ibu jari = arah ϑ kecepatan batang Arah empat jari = arah medan magnet B Arah telapak tangan = arah arus i pada batang Penerapan § Biasanya pada soal diketahui arah B dan ϑ § Langkah selanjutnya kita tentukan arah i arus pada batang Aturan tangan kanan kedua arah ibu jari = arah i kecepatan batang Arah empat jari = arah medan magnet B Arah telapak tangan = arah gaya magnet pada batang Penerapan § Untuk menentukan arah F gunakan aturan tangan kanan kedua § Hasil arah i berdasarkan aturan tangan kanan pertama, begitu juga dengan arah B § Maka kita dapat menentukan arah F gaya magnetic Contoh soal PQ = 40 cm digerakkan sepanjang kawat lengkung KLMN memotong tegak lurus medan magnet homogen B = 0,5 T. jika kecepatan batang ϑ = 2 m/s dan hambatan R = 4 , tentukan a. ggl induksi dalam rangkaian b. arus dalam rangkaian c. arah arus yang melalui batang PQ d. arah arus yang melalui hambatan R e. gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan batang dan arahnya f. daya disipasi daya yang hilang dalam hambatan 2. kawat AB sepanjang 80 cm di gerakkan ke kanan dengan kecepatan tetap 30 m/s dalam suatu medan magnet homogen B = 0,04 T. jika hambatan R dalah 12 . Maka nilai dan arah arus listrik yang melalui hambatan R adalah… 3. Laju aliran darah dapat diukur dengan alat ukur kecepatan darah, karena darah mengandung ion-ion bermuatan. Andaikan saluran darah berdiameter 2 mm, medan magnetic 0,8 T dan ggl terukur sebesar 0,4 mV. Berapakah kecepatan aliran darah ? GGL induksi akibat perubahan induksi magnetik medan magnet Bila fluks magnet Φ bukan merupakan persamaan fungsi t Bila fluks magnet Φ merupakan persamaan fungsi t Jika B tegak lurus bidang kumparan θ = 0 → cos θo = 1, sehingga ε = ggl induksi volt N = jumlah lilitan A = luas bidang kumparan m2 dB/dt = kecepatan laju perubahan induksi magnet T/s keterangan εm = ggl maksimum volt im = arus maksimum A R = hambatan kumparan luasnya 100 cm2 terdiri atas 50 lilitan dan hambatan kumparan 10 berada dalam medan magnet B = 10 sin 20t wb/m2 , menembus secara tegak lurus kumparan. Tentukan besar kuat arus maksimum yang di induksikan pada kumparan tersebut. 2. sebuah kumparan terdiri atas 2500 lilitan berada di dalam sebuah medan magnet. Jika terjadi perubahan fluks magnet dari 4. 10-2 wb menjadi 7. 10-2 wb selama 0,5 detik. Tentukan ggl induksi ggl imbas 3. sebuah kumparan terdiri dari 2000 lilitan dan memiliki hambatan 4 berada di dalam medan magnet yang arahnya tegak lurus sumbu kumparan. Jika besar fluks magnet dinyatakan oleh Φ = 10-6 sin 2000 t dengan Φ dalam wb dan t dalam sekon. Tentukan a. besar ggl induksi maksimum yang timbul b. kuat arus maksimum yang melalui tugas 18awal tugas 19GeneratorGenerator adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah energi kinetic menjadi energi listrikPrinsip kerja berlaku Hukum Faraday Menghasilkan arus listrik induksi dengan cara memutar kumparan di antara kutub utara dan kutub selatan sebuah magnet prinsip kerja generator berkebalikan dengan prinsip kerja pada motor listrik Sudut θ → merupakan fungsi waktu θ = t θ berubah-ubah ε = NBA sin t ε = NBA sin t untuk mencari nilai ggl maksimum εm syarat sin t = 1 sehingga keterangan = kecepatan sudut rad/s ada dua generator 1. Generator AC Contoh genset, generator PLTA, PLTV dll 2. Generator DCContoh dynamo sepeda Grafik tegangan yang dihasilkan generator AC Grafik tegangan yang dihasilkan generator DC Contoh soal 1. sebuah kumparan dengan 400 lilitan berbentuk persegi panjang dengan Panjang 40 cm dan lebar 5 cm diputar dengan kecepatan sudut 60 rad/s tegak lurus terhadap medan magnet sebesar 0,6 wb/m2. Tentukan besar ggl yang timbul pada ujung-ujung kumparan. 2. sebuah kumparan berbentuk lingkaran dengan jari-jari 10 cm dan memiliki 400 lilitan. Kumparan ini berputar terhadap poros yang tegak lurus dengan medan magnet 0,2 T. jika kecepatan sudut putar kumparan tersebut adalah 20/π rad/s. tentukan besar ggl maksimum yang dibangkitkan antara ujung-ujung kumparanGgl induksi diri Ggl induksi diri yaitu ggl yang disebabkan oleh medan magnet yang ditimbulkan oleh rangkaian itu sendiri 1. ggl induksi pada kumparanKeterangan L = induktansi diri dalam kumparan henry N = jumlah lilitan Φ = fluks magnetic weber I = kuat arus listrik ampere Contoh soal 1. sebuah induktor terdiri atas 60 lilitan dialiri arus listrik 3A dan timbul fluks magnetic dalam kumparan 10 weber. Tentukan besar induktansi diri dalam kumparan. 2. sebuah kumparan dengan induktansi 4 Henry dialiri arus yang besarnya berubah terhadap waktu dinyatakan I = 5t3 + 8t2 – 4t + 2, di mana I dalam ampere dan t dalam sekon. Tentukan ggl induksi diri sesaat yang timbul Ketika t = 0 s dan t = 2 Induktansi diri pada solenoida dan toroidaBila penampang solenoida /toroida diisi dengan bahan yang memiliki permeabilitas relatif μo , maka nilai induktansi diri menjadiKeterangan L = induktansi diri solenoida /toroida tanpa bahan H Lb = induktansi diri solenoida /toroida dengan bahan H μo = permeabilitas vakum μr = permeabilitas relatife bahan A = luas penampang m2 N = banyak lilitan 3. Energi yang tersimpan dalam kumparan induktor persamaan di atas di kalikan kuat arus listrik i Contoh soal 1. kumparan dengan induktansi diri 4 mH dan tahanan 20 ditempatkan pada terminal baterai 15 Volt yang tahanan dalamnya dapat diabaikan, tentukan. a. kuat arus listrik b. banyak energi yang tersimpan dalam induktor 2. Sebuah solenoida panjangnya 3,14 cm dan luas penampang 8 cm2 terdiri dari 500 lilitan . jika selonoida dialiri arus sebesar 4A ,besar energi yang tersimpan dalam solenoida adalahInduktansi silangTRANSFORMATOR

Fisika Elektro. Suatu rangkaian seri RLC dihubungkan dengan sumber tegangan V = 100 akar (2) sin 100 t volt. Besar hambatan murni 600 ohm. Induktansi diri kumparan 2 Henry dan kapasitas kapasitor 10 mu F. Daya dari rangkaian tersebut adalah . Daya Pada Rangkaian Arus Bolak Balik. Rangkaian Arus Bolak Balik. Elektro.

College Loan Consolidation Saturday, September 27th, 2014 - Kelas XII Induktansi merupakan sifat sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian self inductance atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang dihubungkan secara magnetis induktansi bersama atau mutual inductance. Pada kedua keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian menghasilkan Apabila sebuah kumparan dialiri arus, di dalam kumparan tersebut akan timbul medan magnetik. Selanjutnya, apabila arus yang mengalir besarnya berubahubah terhadap waktu akan menghasilkan fluks magnetik yang berubah terhadap waktu. Perubahan fluks magnetik ini dapat menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di dalamnya timbul ggl induksi. Ggl induksi yang diakibatkan oleh perubahan fluks magnetik sendiri dinamakan ggl induksi diri. Induktansi Diri GGL Induksi Pada Kumparan Apabila arus berubah melewati suatu kumparan atau solenoida, terjadi perubahan fluks magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi ggl pada arah yang berlawanan. Ggl terinduksi ini berlawanan arah dengan perubahan fluks. Jika arus yang melalui kumparan meningkat, kenaikan fluks magnet akan menginduksi ggl dengan arah arus yang berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut. Dapat disimpulkan bahwa ggl induksi ε sebanding dengan laju perubahan arus yang dirumuskan dengan I merupakan arus sesaat, dan tanda negatif menunjukkan bahwa ggl yang dihasilkan berlawanan dengan perubahan arus. Konstanta kesebandingan L disebut induktansi diri atau induktansi kumparan, yang memiliki satuan henry H, yang didefinisikan sebagai satuan untuk menyatakan besarnya induktansi suatu rangkaian tertutup yang menghasilkan ggl satu volt bila arus listrik di dalam rangkaian berubah secara seragam dengan laju satu ampere per detik. Induksi Diri Pada Selenoida Dan Toroida Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu. Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi berbentuk lingkaran. Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L yang signifikan disebut induktor. Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan dibawah. Medan magnet di dalam solenoida adalah B = μ . n . I dengan n = sehingga diperoleh karena B Φ = = Perubahan I akan menimbulkan perubahan fluks sebesar Sehingga dengan L = induktansi diri solenoida atau toroida H μ0 = permeabilitas udara 4 π × 10-7 Wb/Am N = jumlah lilitan l = panjang solenoida atau toroida m A = luas penampang m2 Energi Yang Tersimpan Dalam Induktor Energi yang tersimpan dalam induktor kumparan tersimpan dalam bentuk medan magnetik. Energi U yang tersimpan di dalam sebuah induktansi L yang dilewati arus I, adalah Energi pada induktor tersebut tersimpan dalam medan magnetiknya. Berdasarkan persamaan induktansi diri selenoida atau toroida, bahwa besar induktansi solenoida setara dengan dan medan magnet di dalam solenoida berhubungan dengan kuat arus I dengan B = Jadi, Maka, dari persamaan diatas diperoleh Apabila energi pada persamaan diatas tersimpan dalam suatu volume yang dibatasi oleh lilitan Al, maka besar energi per satuan volume atau yang disebut kerapatan energi, adalah Induktansi Bersama Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada gambar diatas, maka sebuah arus tetap I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik Φ yang mengitari kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan tersebut. Menurut Hukum Faraday, besar ggl ε2 yang diinduksi ke kumparan tersebut berbanding lurus dengan laju perubahan fluks yang melewatinya. Karena fluks berbanding lurus dengan kumparan 1, maka ε2 harus sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan 1, dapat dinyatakan Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi bersama. Nilai M tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan, dan jarak pisahnya. Induktansi bersama mempunyai satuan henry H, untuk mengenang fisikawan asal AS, Joseph Henry 1797 – 1878. Pada situasi yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2 menginduksi ggl pada kumparan 1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua kumparan tersebut. Alat pemacu jantung, untuk menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien merupakan salah satu contoh alat yang menerapkan induktansi bersama.
Berikutini adalah Simbol-simbol Induktor : Nilai Induktansi sebuah Induktor (Coil) tergantung pada 4 faktor, diantaranya adalah : Jumlah Lilitan, semakin banyak lilitannya semakin tinggi Induktasinya Diameter Induktor, Semakin besar diameternya semakin tinggi pula induktansinya Permeabilitas Inti, yaitu bahan Inti yang digunakan seperti Udara
Induktansi adalah nama yang diberikan untuk properti komponen yang menentang perubahan arus yang mengalir melaluinya dan bahkan seutas kawat lurus akan memiliki beberapa induktansi. Bahan induktor melakukan ini dengan menghasilkan ggl yang diinduksi sendiri di dalam dirinya sebagai akibat dari perubahan medan magnetnya. Dalam rangkaian listrik, ketika ggl diinduksi dalam rangkaian yang sama di mana arus mengubah efek ini disebut Induksi-sendiri, L tetapi kadang-kadang umumnya disebut ggl-balik karena polaritasnya berada di arah yang berlawanan dengan tegangan yang diberikan. Ketika ggl diinduksi menjadi komponen yang berdekatan terletak di dalam medan magnet yang sama, ggl dikatakan diinduksi oleh Induktansi Timbal-balik atau Mutual-induksi, M dan mutual atau saling induksi adalah prinsip operasi dasar dari Transformator, Motor, Relai, dll. Induktansi diri adalah kasus khusus induktansi timbal balik, dan karena diproduksi dalam rangkaian tunggal yang terisolasi, kita biasanya menyebut induktansi diri secara sederhana, Induktansi. Unit dasar pengukuran induktansi disebut Henry, H setelah Joseph Henry, tetapi juga memiliki unit Weber per Ampere 1 H = 1 Wb/A . Hukum Lenz memberi tahu kita bahwa ggl yang diinduksi menghasilkan arus ke arah yang menentang perubahan fluks yang pada awalnya menyebabkan ggl gaya gerak listrik, prinsip aksi dan reaksi. Kemudian kita dapat secara akurat mendefinisikan Induktansi sebagai "sebuah kumparan akan memiliki nilai induktansi satu Henry ketika ggl satu volt diinduksi dalam coil adalah arus yang mengalir melalui coil tersebut berubah pada kecepatan satu ampere/detik". Dengan kata lain, coil memiliki induktansi, L dari satu Henry, 1H ketika arus yang mengalir melalui coil berubah pada laju satu ampere/detik, A/s . Perubahan ini menginduksi tegangan satu volt, VL di dalamnya. Dengan demikian representasi matematis dari laju perubahan arus melalui gulungan coil per satuan waktu diberikan sebagai Di mana di adalah perubahan arus dalam Ampere dan dt adalah waktu yang dibutuhkan untuk arus ini untuk berubah dalam detik second. Maka tegangan induksi di coil, VL dengan induktansi L henry sebagai akibat dari perubahan ini di saat dinyatakan sebagai Perhatikan bahwa tanda negatif menunjukkan bahwa tegangan yang diinduksi menentang perubahan arus melalui coil per unit waktu di/dt . Dari persamaan di atas, induktansi kumparan karena itu dapat disajikan sebagai Induktansi Induktor Coil Di mana L adalah induktansi dalam Henry, VL adalah tegangan melintasi coil dan di/dt adalah tingkat perubahan arus dalam Ampere per detik, A/s. Induktansi, L sebenarnya adalah ukuran dari "resistansi" induktor terhadap perubahan arus yang mengalir melalui rangkaian dan semakin besar nilainya dalam Henry, semakin rendah akan tingkat perubahan arus. Kita tahu dari tutorial sebelumnya tentang Induktor, bahwa induktor adalah perangkat yang dapat menyimpan energi mereka dalam bentuk medan magnet. Induktor dibuat dari masing-masing loop kawat yang dikombinasikan untuk menghasilkan coil dan jika jumlah loop dalam coil meningkat, maka untuk jumlah arus yang sama mengalir melalui coil, fluks magnet juga akan meningkat. Jadi dengan meningkatkan jumlah loop atau belokan di dalam coil, meningkatkan induktansi induktor. Kemudian hubungan antara induktansi diri, L dan jumlah putaran, N dan untuk coil berlapis tunggal sederhana dapat diberikan sebagai Induktansi Diri sebuah Induktor Coil Dimana L ada di Henry N adalah Jumlah Putaran Φ adalah Fluks Magnetik Ι ada di Ampere Ungkapan ini juga dapat didefinisikan sebagai hubungan fluks magnetis, NΦ dibagi dengan arus, secara efektif sama dengan nilai arus yang mengalir melalui setiap belitan coil. Perhatikan bahwa persamaan ini hanya berlaku untuk bahan magnetis linier. Contoh Induktansi Induktor Sebuah coil induktor berinti udara berongga terdiri dari 500 putaran kawat tembaga yang menghasilkan fluks magnet 10mWb ketika melewati arus DC 10 amp. Hitung induktansi diri coil dalam mili-Henry. Contoh Induktansi Induktor Hitung nilai ggl yang diinduksi sendiri yang diproduksi di coil yang sama setelah waktu 10mS. Induktansi diri dari coil atau lebih tepatnya, koefisien induktansi diri juga tergantung pada karakteristik konstruksinya. Sebagai contoh, ukuran, panjang, jumlah belokan dll. Oleh karena itu dimungkinkan untuk memiliki induktor dengan koefisien induksi diri yang sangat tinggi dengan menggunakan inti permeabilitas tinggi dan sejumlah besar putaran coil. Kemudian untuk coil, fluks magnet yang dihasilkan di inti dalamnya sama dengan Di mana Φ adalah fluks magnet, B adalah kerapatan fluks, dan A adalah area. Jika inti bagian dalam coil solenoida yang panjang dengan N jumlah putaran per meter panjang berongga, "berinti udara", maka induksi magnetis di dalam intinya akan diberikan sebagai Kemudian dengan mengganti ekspresi ini dalam persamaan pertama di atas untuk Induktansi akan memberi kita Dengan membatalkan dan mengelompokkan bersama seperti istilah, maka persamaan terakhir untuk koefisien induktansi diri untuk coil berinti udara solenoid diberikan sebagai Dimana L ada di Henry μo adalah Permeabilitas Ruang Bebas N adalah Jumlah belokan A adalah Area Inti Dalam πr2 dalam m2 l adalah panjang Coil dalam meter Karena induktansi induktor disebabkan oleh fluks magnet di sekitarnya, semakin kuat fluks magnet untuk nilai arus yang diberikan, semakin besar induktansi. Jadi sebuah coil dari banyak belokan akan memiliki nilai induktansi yang lebih tinggi daripada satu dari hanya beberapa belokan dan oleh karena itu, persamaan di atas akan memberikan induktansi L sebagai sebanding dengan jumlah putaran kuadrat N2. Selain meningkatkan jumlah putaran coil, kita juga dapat meningkatkan induktansi dengan meningkatkan diameter coil atau membuat inti lebih panjang. Dalam kedua kasus lebih banyak kawat dipergulungann untuk membangun coil dan oleh karena itu, lebih banyak garis gaya ada untuk menghasilkan ggl-balik yang dipergulungann. Induktansi induktor dapat ditingkatkan lebih jauh lagi jika coil dililit ke inti feromagnetik, yang terbuat dari bahan besi lunak, dari satu gulungan pada inti udara non-feromagnetik atau berongga. Jika inti bagian dalam terbuat dari beberapa bahan feromagnetik seperti besi lunak, kobalt atau nikel, induktansi induktor akan sangat meningkat karena untuk jumlah arus yang sama fluks magnet yang dihasilkan akan jauh lebih kuat. Ini karena dalam bahan tersebut mengkonsentrasikan garis-garis gaya yang lebih kuat melalui bahan inti feromagnetik yang lebih lembut seperti yang kita lihat dalam tutorial Elektromagnet. Jadi misalnya, jika bahan inti memiliki permeabilitas relatif 1000 kali lebih besar dari ruang bebas, 1000μo seperti besi lunak atau baja, maka induktansi dari coil akan 1000 kali lebih besar sehingga kita dapat mengatakan bahwa induktansi dari coil meningkat proporsional dengan meningkatnya permeabilitas inti. Kemudian untuk gulungan coil di sekitar bekas atau inti persamaan induktansi di atas perlu dimodifikasi untuk memasukkan permeabilitas relatif μr dari material bekas yang baru. Jika coil dililit ke inti feromagnetik, induktansi yang lebih besar akan terjadi karena permeabilitas inti akan berubah dengan kerapatan fluks. Namun, tergantung pada jenis bahan feromagnetik, fluks magnet inti dapat cepat mencapai saturasi menghasilkan nilai induktansi non-linear. Karena kerapatan fluks di sekitar kumparan kawat bergantung pada arus yang mengalir melewatinya, induktansi, L juga menjadi fungsi dari aliran arus, i. Dalam tutorial berikutnya tentang Induktor, kita akan melihat bahwa medan magnet yang dihasilkan oleh coil dapat menyebabkan arus mengalir dalam coil kedua yang ditempatkan di sebelahnya. Efek ini disebut Induktansi Timbal-balik atau Mutual Inductance, dan merupakan prinsip dasar pengoperasian transformator, motor dan generator.
Induktansidiri Induktansi diri merupakan suatu besaran yang menyatakan kemampuan membangkitkan ggl akibat arus yang berubah terhadap waktu. Besarnya nilai reaktansi induktif tergantung dari besarnya nilai induktansi induktor L(Henry) dan frekuensi (Hz) arus bolak-balik. Z terukur 5= = = =810,81 ohm I Terukur 18,50 mA 0,01850 A 2 Soal dan pembahasan fisika sma BAB induksi elektromagnetik sub bab GGL INDUKSI, HUKUM FARADAY, AZAS LENTZ, generator AC dan DC, transformator 1. diantara faktor - faktor berikut 1 jumlah lilitan kumparan 2 laju perubahan fluks magnet 3 arah medan magnet yang mempengaruhi GGL induksi pada kumparan adalah... A. 1 dan 3 B. 1 dan 2 C. 2 saja D. 2 dan 3 E. 3 saja Jawaban B Rumus hukum faraday Berdasarkan persamaan di atas, untuk mempebesar GGL induksi dengan cara memperbesar laju perubahan fluks magnetik dan memperbanyak jumlah lilitan. 2. Suatu generator menghasilkan tegangan GGL induksi sebesar Ɛ. Jika generator tersebut kumparannya dirubah sehingga jumlah lilitannya menjadi dua kali lipat dari semula, dan laju fluksnya menjadi tiga kali semula, besar perbandingan GGL sekarang dan GGL mula – mula adalah..... A. 1 6 B. 1 3 C. 2 3 D 3 2 E. 6 1 Jawaban E pembahasan Ditanyakan Ɛ1 Ɛ2 Ɛ1 Ɛ2 = 1 6 3. Sebuah kumparan diletakkan pada medan magnetik homogen. Dalam waktu 30 detik terjadi perubahan fluks sehingga GGL menjadi ε1. Jika dalam waktu 20 sekon terjadi perubahan fluks yang sama sehingga GGL yang dihasilkan adalah ε2, maka perbandingan ε1 dan ε2 adalah …. A. 12 B. 13 C. 23 D. 25 E. 34 Jawaban C GGL pada kumparan dapat ditentukan dengan persamaan / rumus Hukum faraday sebagai berikut. Ɛ = - N [ΔΦ/Δt] Berdasarkan persamaan di atas, GGL berbanding terbalik dengan perubahan waktu sehingga perbandingan antara ε1 dan ε2 dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut Jadi, perbandingan antara ε1 dan ε2 adalah 23 4. Di antara pernyataan di bawah ini 1 banyaknya lilitan 2 kuat arus yang melalui kumparan 3 luas bidang kumparan 4 hambatan kumparan Faktor-faktor yang memengaruhi besarnya GGL induksi generator adalah …. A. 1, 2, 3, dan 4 B. 1, 2, dan 4 C. 1 dan 3 saja D. 2 dan 4 saja E. 4 saja Jawaban C Besar GGL pada generator dirumuskan melalui persamaan berikut. Ɛ = NBA sint Berdasarkan persamaan tersebut, besar GGL pada generator dipengaruhi oleh jumlah lilitan N, luas bidang kumparan A, kuat medan magnet B, dan kecepatan putar . Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C. 5. Kumparan kawat luasnya A terdiri dari N lilitan. Kumparan tersebut berputar dengan kecepatan sudut dalam medan magnet homogen yang memiliki rapat fluks magnetnya B sehingga menghasilkan GGL induksi maksimum ε. jika GGL maksimum menjadi 6 kali semula, maka …. A. diperbesar 2 kali dan A diperbesar 3 kali B. N diperbanyak 3 kali dan kecepatan sudutnya diperbesar 3 kali C. N dan kecepatan sudutnya diperbesar 2 kali D. A diperkecil 1/3 kali dan kecepatan sudut diperbesar 4 kali E. N dan luas kumparan diperkecil 1/6 kali Jawaban A GGL induksi maksimum dirumuskan dengan persamaan Ɛ = NBA sint GGL maksimum menjadi 6 kali semula jika diperbesar 2 kali dan A diperbesar 3 kali. Apabila dituliskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut. 6. sebuah bidang datar yang berada dalam medan magnetik membentuk sudut 60° dengan arah magnet. Jika fluks yang menembus bidang tersebut 0,9 miliWeber dan luas bidang tersebut 3 cm2, tentukan besar medan magnetnya! Pembahasan B = φ . A . cos Ө = 0,9 . 10-3 . 3 . 10-6 . ½ = 1,35 . 10-9 Tesla 7. Pada suatu kumparan yang terdiri dari 300 lilitan terjadi perubahan fluks magnetik dari 0,5 Wb menjadi 0,2 Wb dalam waktu 5 sekon. Tentukan besar GGL induksi yang terjadi! Pembahasan Δφ = 0,5 – 0,2 = 0,3 Ɛ = -N.[Δφ/Δt] = -300 . [0,3/5] = 18 Volt 8. Fluks magnetik yang menembus melalui bidang berubah terhadap waktu menurut persamaan ɸ = 4t2 + 5t + 2 Weber. Tentukanlah GGL induksi saat t = 4 sekon jika kumparan mempunyai 100 lilitan! Jawab Turunan -> dφ/dt = 8t + 5 = + 5 = 37 Ɛ = -N [dφ/dt] = -100 .37 = 3700 V 9. Perhatikan gambar berikut! Kawat AB terletak pada medan magnet 0,5 T. Bila kawat digeser ke kanan dengan kecepatan 4 m/s, tentukan besar GGL induksi yang terjadi dan arah arusnya! Jawab Ɛ = B l v = 0,5 T . 05 m . 4 = 1 Volt 10. Perhatikan gambar! Jawab Ɛ = B l v = B . l . . l = B . l2 . 2πf = 0,3 . 0,42 . = 0,384π Volt 11. Sebuah generator listrik terdiri dari sebuah loop persegi 10 lilitan dengan rusuk 50 cm. Loop kemudian diputar dengan 60 putaran/sekon. Tentukan besar induksi magnetik yang diperlukan untuk menghasilkan GGL induksi maksimum sebesar 270 V! Jawab N = 10 lilitan s = 0,5 m A = s2 = 0,25 m2 = 60 putaran/s = 60 . 2π = 120π rad/s Ɛ = 170 V Rumus generator Ɛ = N B A 170 = 10 . B . 0,25 . 120 π B = 270/300π = 0,9 /π Tesla 12. Besar kuat arus listrik yang mengalir pada suatu kumparan berubah dari 10 Ampere menjadi 1 Ampere dalam waktu 0,4 detik. Jika GGL induksi yang terjadi 45 V, tentukan induktansi kumparannya! Jawab ΔI = 10 – 1 = 9Ampere Δt = 0,4 detik Ɛ = 45 V Rumus Hukum lentz Ɛ = - L [ΔI/Δt] 45 = - L [9/0,4] L = 2 Henry Tanda min tidak ikut perhitungan karena menunjukan arah azas lentz 13. Sebuah induktor dengan induktansi diri 0,2 H dialiri arus yang besarnya bertambah menurut persamaan I = 2t3 + t2 -2t + 1 A. Tentukan GGL induksi yang timbul pada saat t = 1 s! Jawab Turunan -> dl/dt = 6t2 + 2t -2 = + - 2 = 6 Ɛ = - L [dI/dt] = 0,2 . 6 = 1,2 V untuk soal dan pembahasan induksi elektro magnetik selanjutnya sub bab transformator bisa klik Next >>>>> 8Juni 2015 By Eko Purnomo. Rumus induktansi dipakai untuk membuat sebuah induktor dengan berbagai jenis lilitan. Induktansi dari kumparan induktor timbul karena fluks magnet yang terjadi disekitarnya. Nilai induktansi akan semakin besar jika fluks magnet semakin kuat. Untuk menaikkan nilai induktansi kumparan, kita bisa menambah jumlah lilitan PembahasanDiketahui Ditanyakan pernyataan yang benar terkait reaktansi induktif, tegangan maks, tegangan efektif, dan fase tegangan? Penyelesaian Reaktansi induktif Tegangan maksimal Tegangan efektif Rangkaian pada soal termasuk rangkaian induktif murni. Pada rangkaian induktif murni fase tegangan mendahului fase arus sebesar 90º atau . Dengan demikian, penyataan yang benar yaitu pernyataan nomor 1, 2, dan 3. Jadi,penyataan yang benar yaitu pernyataan nomor 1, 2, dan 3.Diketahui Ditanyakan pernyataan yang benar terkait reaktansi induktif, tegangan maks, tegangan efektif, dan fase tegangan? Penyelesaian Reaktansi induktif Tegangan maksimal Tegangan efektif Rangkaian pada soal termasuk rangkaian induktif murni. Pada rangkaian induktif murni fase tegangan mendahului fase arus sebesar 90º atau . Dengan demikian, penyataan yang benar yaitu pernyataan nomor 1, 2, dan 3. Jadi, penyataan yang benar yaitu pernyataan nomor 1, 2, dan 3. 4x7EBl.
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/229
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/275
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/384
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/148
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/331
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/183
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/177
  • 4g7p6xg4p9.pages.dev/165
  • sebuah induktor dengan induktansi diri 0 2 henry