Soedarsono, 1975 : 4) desain lantai adalah pola yang dilintasi oleh gerak-gerak komposisi di atas lantai dari ruang tari. Desain lantai dapat memberikan kesan keindahan dan variasi pada penari kelompok. Secara garis besar desain lantai mempunyai dua pola dasar pada lantai yakni garis lurus dan garis lengkung yang masing-masing garis memberikan
Selain penari tayub ada yang namanya Pengibing. Dalam pelaksanaan gerak seorang pengibing cenderung spontanitas dan improvisasi ( tidak tetap). Dan pada dasamya semua gerak yang dilakukan tidak lepas dari gaya Surakarta, diantaranya Lumaksono, besut, tanjak, sabetan, srisig. 2. Pola lantai
Membuat synopsis karya tari berdasarkan level dan pola lantai. 3.3.6. Mempresentasikan konsep level dan pola lantai pada gerak tari secara lisan dan tertulis. 3.3.7. Mendiskusikan latihan merangkai berbagai gerak tari sesuai dengan level dan pola lantai 4.3 Memeragakan gerak tari. sesuai dengan level dan pola lantai. 4.3.1.
Tari tayub dari jawa tari gandrung dari sasak joged bumbung dari bali gareng lamen dari flores dan hampir semua tarian perang dari papua menggunakan pola lantai garis lurus. Garis horizontal garis vertikal melengkung lingkaran dan lain-lain.
Di dalam tari berkelompok diperlukan latihan yang serius agar menghasilkan karya yang indah dan berkarakter yang sesuai . Unsur pendukung gerak tari kelompok yaitu formasi barisan atau pola lantai.Salah satu bentuk pola lantai tari berkelompok adalah simetris atau gerak tidak beraturan dan dinamis atau bentuk berubah-ubah.
Pola Lantai Tari Topeng adalah Garis Lengkung Pola lantai selain garis lurus dapat juga berbentuk garis lengkung. Para penari berjalan mengelilingi pentas berbentuk lingkaran termasuk pola lantai lengkung. Pola lantai dengan menggunakan garis lurus dan garis lengkung biasanya tarian yang berhubungan dengan hal magis atau keagamaan.gVQ3.